Platinum

AAMAI Bangun Greenhouse dan Lumbung Pangan Cerdas di Sleman

Wijatma T S
05 August 2026
.
AAMAI Bangun Greenhouse dan Lumbung Pangan Cerdas di Sleman

Bupati Harda Kiswaya (tengah), usai meresmikan greenhouse tanaman buah melon dan Smart Food Grainery di Selomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, Rabu (5/8). (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) — Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) memperkuat dukungannya terhadap ketahanan pangan nasional melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) 2026 di Kabupaten Sleman.

AAMAI menyalurkan bantuan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Selomakmur, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, Rabu (5/8).

Bantuan tersebut diwujudkan dalam pembangunan greenhouse tanaman buah melon dan Lumbung Pangan Cerdas atau Smart Food Grainery.

Bantuan secara simbolis diterima sekaligus diresmikan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Program tersebut dirancang tidak sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi mendorong pemberdayaan petani secara berkelanjutan.

Ketua kegiatan sekaligus perwakilan AAMAI, Suhardiman, mengatakan program CSR tahun ini difokuskan pada penguatan sektor pertanian dengan melibatkan Gapoktan Selomakmur.

“Ketahanan pangan saat ini telah menjadi salah satu isu strategis baik di tingkat nasional maupun global. AAMAI memilih untuk tidak sekadar memberikan bantuan sosial yang bersifat sesaat, tetapi menghadirkan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan produktivitas petani serta memperkuat kelembagaan Gapoktan,” ujarnya.

Menurut Suhardiman, program pendampingan dan kolaborasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan tersebut bertumpu pada empat pilar utama.

Pertama, pengembangan Lumbung Pangan Cerdas (Smart Food Grainery) dengan memanfaatkan teknologi digital dan Internet of Things (IoT).

Kedua, optimalisasi produksi hortikultura melalui pembangunan greenhouse berbasis bambu yang dilengkapi sistem drip irrigation.

Pilar berikutnya berupa digitalisasi pemasaran serta hilirisasi dan branding pangan desa. Empat pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian masyarakat.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi program tersebut. Ia menilai kolaborasi AAMAI, BUMN, akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi contoh nyata penerapan konsep pentahelix dalam pengembangan sektor pertanian.

“Saya bahagia dan senang sekali karena ini wujud nyata kolaborasi berbagai pihak. Bantuan dari AAMAI, dukungan BUMN, serta akademisi dalam membudidayakan pertanian, salah satunya melon, berhasil dengan baik,” kata Harda.

Ia berharap keberhasilan pengelolaan program di Kalurahan Selomartani dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat dan menjadi inspirasi bagi kalurahan lain di Kabupaten Sleman.

Harda menekankan keberlanjutan program membutuhkan peran aktif Gapoktan dan dukungan pemerintah kalurahan.

“Saya yakin kolaborasi ini tinggal dilanjutkan oleh Gapoktan dan didukung peran Lurah agar bisa tumbuh mandiri. Harapan saya, apa yang ada di Selomartani ini bisa menjadi contoh bagi kalurahan-kalurahan lainnya di Kabupaten Sleman,” pungkasnya. (atm)*

Dilarang

Baca Juga