.
Penilaian di Padukuhan Joho Kalurahan Condongcatur, Selasa (5/8). (PM-atm)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Kapanewon Depok kembali menggelar Lomba Wajah Padukuhan tahun 2025 sebagai ajang evaluasi dan pembinaan pembangunan berbasis padukuhan. Pemenang utama lomba ini tidak hanya mendapatkan penghargaan, tetapi juga akan diajukan sebagai kandidat Evaluasi Kampung Hijau Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026 dan Evaluasi Program Kampung Iklim (PROKLIM) Tahun 2028.
Lomba berlangsung secara marathon selama tiga hari, dari 4 hingga 6 Agustus 2025, dan diikuti tiga kalurahan di wilayah Kapanewon Depok, yaitu Maguwoharjo, Condongcatur, dan Caturtunggal.
Masing-masing kalurahan mengirimkan padukuhan terbaiknya untuk dinilai oleh tim juri yang terdiri dari unsur lintas sektor seperti Polsek, Koramil, Puskesmas, PKK, UMKM, pendamping desa hingga penggiat lingkungan dan pertanian.
“Lomba ini dimaksudkan untuk memotret perkembangan pembangunan fisik dan non fisik yang dilengkapi dengan dokumen administrasi yang tertib,” terang Panewu Depok, Djoko Muljanto, SP, Rabu (6/8/2025).
Wajah padukuhan, lanjut Djoko, terekspresikan dalam tata kelola ruang publik dan lingkungan yang bersih, sehat, aman dan nyaman. Peran masyarakat, terutama para dukuh yang memiliki rasa handarbeni (rasa memiliki) terhadap wilayahnya, menjadi kunci dalam pembangunan berkelanjutan.
“Gerakan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung padukuhan yang tertata rapi, sehat, dan berwawasan lingkungan,” tambahnya.
Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, SP, MMA selaku Koordinator Tim Juri menjelaskan, lomba ini juga menjadi sarana pembinaan bagi masyarakat terkait pengelolaan lingkungan, kesehatan, keamanan dan administrasi lembaga padukuhan.
“Dari hasil lomba ini akan ditentukan calon peserta untuk evaluasi lingkungan hidup tingkat kabupaten seperti Green and Clean, Kampung Hijau, dan Proklim,” jelasnya.
Adapun indikator penilaian lomba terbagi dua kategori: Fisik/Lingkungan dan Non-Fisik. Penilaian fisik mencakup infrastruktur, penghijauan, kesehatan lingkungan, dan pengelolaan sampah.
Sementara kategori non-fisik meliputi keamanan, ketertiban, serta administrasi padukuhan dan kelompok masyarakat.
Penilaian lapangan dilakukan pada Senin (4/8) di Padukuhan Setan dan Sambilegi Kidul (Kalurahan Maguwoharjo), Selasa (5/8) di Padukuhan Joho dan Kayen (Kalurahan Condongcatur), dan Rabu (6/8) di Padukuhan Ngentak (Kalurahan Caturtunggal)
Pengumuman hasil lomba akan disampaikan dalam Upacara Peringatan HUT ke-80 RI di Lapangan Pancasila Yonif 403 Kentungan, pada 17 Agustus 2025.
“Juara I kategori fisik akan diajukan menjadi kandidat Kampung Hijau tingkat Kabupaten Sleman dan PROKLIM 2028. Mereka juga akan mendapatkan uang pembinaan, tropi, dan piagam penghargaan,” pungkas Isti.
Penyelenggara berharap lomba ini menjadi pemicu semangat padukuhan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan menjadi model bagi padukuhan lainnya di Sleman. (atm)