Platinum

Hadiri Kirab dan Nyadran, Wabup Sleman Dorong Pelestarian Budaya

Wijatma T S
23 February 2025
.
Hadiri Kirab dan Nyadran, Wabup Sleman Dorong Pelestarian Budaya

Wabup Danang Maharsa memotong tumpeng. (PM-ist)

R.Kyai Bening I menjdi duta atau utusan dari istri RA Pragolapati II yang bernama R.Ay Tulak ( Adik Sultan Agung) untuk mengunjungi leluhurnya yaitu  mbah budenya Ratu Mas Sekar yang kemudian bergelar Ratu Mas Waskita Jawi ( Kakak perempuan RA Pragolapati I ) yang diperistri Panembahan Senopati. Dalam perjalanannya R.Kyai Bening I berhenti disuatu tempat yang sekarang disebut Jongke yang berarti Duta atau Utusan. Di jongke ini beliau menyebarkan dakwah islam karena latsr belakang beliau juga sebagai ulama. Kawan seperjalanan beliau antara lain seorang ulama keturunan Sunan Kudus yang kemudian menurunkan R.Kyai Jalalen. Dari jongke ini lahirlah keturunan R.Kyai Bening I. Kemudian dimasa tuanya R.Kyai Bening I membuat pesanggrahan sendiri di Mlati sampai akhir hayatnya.

Uraian narasi sejarah yang dikutip dari arsip Trah keluarga besar R. Kyai Bening I Mlati di atas memberikan gambaran ilustrasi peristiwa pada masa periode Sultan Agung (1613-1645) yang ternyata sudah menyebut istilah Jongke yang berarti seorang Duta atau utusan
Perkembangannya, Jongke kemudian menjadi istilah lokal (seperti Lagorok) untuk menyebut suatu lokasi area tertentu yg memiliki kaitannya dgn budaya lokal setempat (Jung kae/ujungnya disana).

Kemudian secara administratif, baik dlm arsip Keraton Yogyakarta dan arsip pemerintah Hindia Belanda menuliskan Mlati atau Melaten sebagai desa/distrik.
Dari uraian ini bisa disimpulkan bahwa istilah Jongke menjadi nama lokal yg dikenang masyarakat sekitar secara turun temurun.
Pengumpulan fakta sejarah tersebut berdasarkan data pustaka dan observasi di lapangan diantaranya Informasi makam Jongke Kidul, analisa jirat/kijing dan nisan makam Kiai Khetib Arum dan pengikutnya dan temuan artefak seperti batu komboran jaran dan watu lumpang serta fakta geografis Jongke.

Dari semua data yang sudah di kaji tersebut tim membuat kerangka analisa untuk menyusun narasi peristiwa sejarah, mengidentifikasi dan memverifikasi beberapa temuan artefak sesuai periode sejarahnya.

Metode identifikasi makam periode Perang Jawa atau makam Diponegaran dengan menggunakan metode tekhnik analisis makam yang meliputi analisis morfologi, analisis tekhnologi, analisis stilistik, dan juga analisis kontekstual.

Dilarang

Baca Juga