Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Prof. Dr. Ir. Sebastian Margino Tutup Usia
Ipong Suhardiyanto
05 March 2026
.
Semasa hidupnya, Prof. 6ebastian Margino, mendedikasikan hidupnya bagi pengembangan mikrobiologi dan bioteknologi pertanian di Indonesia. (PM-Ipong S/dok. keluarga)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Dunia akademik kembali berduka. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Sebastian Margino, wafat pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 09.15 WITA di Denpasar, Bali.
Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga melalui pengumuman resmi. Dalam pemberitahuan itu disebutkan almarhum berpulang dengan tenang dan jenazah akan disemayamkan di Yogyakarta. Informasi mengenai waktu dan tempat pemakaman akan disampaikan kemudian.
Prof. Sebastian Margino dikenal sebagai akademisi yang mengabdikan sebagian besar hidupnya di Fakultas Pertanian UGM. Ia merupakan pakar di bidang mikrobiologi pertanian dan bioteknologi yang selama puluhan tahun aktif sebagai dosen, peneliti, sekaligus pembimbing mahasiswa.
Dalam perjalanan akademiknya, almarhum menempuh pendidikan doktoral di Jepang sebelum kembali ke Indonesia untuk mengembangkan riset mikrobiologi pertanian. Bidang yang banyak digelutinya antara lain mikroorganisme tanah, bioteknologi pangan, serta pemanfaatan bakteri yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
Sejumlah penelitian dan publikasi ilmiahnya memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu mikrobiologi pertanian di Indonesia. Ia juga dikenal aktif membimbing mahasiswa dari jenjang sarjana hingga doktoral serta terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan penelitian.
Keluarga dalam pengumuman tersebut juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kerabat, sahabat, dan kolega apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan perkataan maupun sikap.
“Kami memohon doa agar arwah beliau diterima dalam damai dan kebahagiaan kekal bersama Tuhan,” demikian pernyataan keluarga.
Kepergian Prof. Sebastian Margino menjadi kehilangan bagi dunia pendidikan tinggi, khususnya bagi komunitas akademik Fakultas Pertanian UGM dan para peneliti di bidang mikrobiologi pertanian.***