.
Salah satu penampilan dalang cilik di Gedung Serba Guna Sleman. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman resmi membuka Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Gedung Serba Guna Kabupaten Sleman, Sabtu (9/5).
Festival ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian seni pedalangan sekaligus mendorong regenerasi dalang muda di Bumi Sembada.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tersebut diikuti 34 peserta dari seluruh kapanewon di Sleman. Sebanyak 17 peserta tampil di kategori anak dan 17 peserta lainnya di kategori remaja.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, mengatakan festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembinaan karakter sekaligus pelestarian budaya adiluhung di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, lomba kategori anak digelar pada 9–10 Mei 2026, sedangkan kategori remaja berlangsung pada 11–12 Mei 2026.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, turut memberikan apresiasi kepada para peserta yang antusias mempelajari seni tradisi wayang.
Menurutnya, menjadi seorang dalang membutuhkan proses panjang, kesabaran, serta kemampuan memahami nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap lakon.
“Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” kata Danang.
Ia menambahkan, cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan modern karena mengandung pesan moral tentang pencarian jati diri, kebenaran, serta pertarungan antara kebaikan dan kejahatan.
Danang menegaskan Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat sekaligus penguatan identitas daerah.
Melalui festival ini, para dalang muda diharapkan tidak hanya mampu melestarikan budaya wayang, tetapi juga semakin percaya diri berkarya dan memperkuat jejaring antarseniman muda di Sleman. (atm)