.
Wabup Danang Maharsa (ke tiga kiri) bersama-sama memotong pita menandai resminya penyerahan bantuan CSR. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga kembali digalakkan di Kabupaten Sleman.
Kelompok Peternak Mandiri Lemah Asri di Padukuhan Tamanan, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, menerima hibah kandang ayam modern tipe closed house “Merah Putih” lengkap dengan 600 ekor ayam petelur dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk., Rabu (14/5).
Penyerahan hibah dilakukan dalam seremoni yang turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan Kementerian Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng., Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E., serta Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk., Dr. (HC) Tjiu Thomas Effendy, S.E., M.B.A.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan dalam masyarakat agar bantuan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Saya sering berpesan kepada kelompok masyarakat. Kalau ingin mendapatkan bantuan, kelembagaannya harus ditata. Jadi bantuan seperti ini harus ditindaklanjuti dengan baik. Sehingga bisa berkembang, dan bisa menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Kandang "Merah Putih" merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. yang bertujuan meningkatkan kemandirian peternak lokal. Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga menyediakan pendampingan teknis bagi penerima hibah.
“Untuk menjamin keberhasilan ini, nanti akan ada pendamping yang akan mendampingi teman-teman kelompok peternak untuk budidaya ayam yang 600 ini. Diharapkan ayam ini nanti bisa beranak bercucu. Sehingga bantuan awal 600 ekor ini dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat Tamanan ini,” jelas Tjiu Thomas Effendy.
Sementara itu, Prof. Ali Agus menekankan bahwa program ini mendukung visi besar pemerintah dalam optimalisasi lahan dan penerapan integrated farming di tingkat rumah tangga.
“Jangan biarkan sejengkal tanah pun tidak digunakan (untuk pertanian atau peternakan). Ini bagaimana kita mewujudkan integrated farming, optimalisasi lahan yang disebut lahan Merah Putih, mengisi dapur rumah tangga. Sehingga mengurangi ongkos belanja. Sayur tinggal petik, telur tinggal ambil,” ungkapnya.(atm)