Diskominfo Sleman Ajak Media Angkat Kembali Sentra Blangkon dan Klinting Sidokarto
Wijatma T S
29 November 2025
.
Kepala Diskominfo Sleman, Budi Santosa (kiri) mengamati proses pembuatan Blangkon di dusun Beji Kalurhan Sidoarum, Godean. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman mengajak jurnalis menelusuri kembali dua sentra kerajinan tradisional yang menjadi identitas kultural wilayah Godean.
Melalui kegiatan presstour yang digelar, Sabtu (29/11/2025), para awak media diajak mengunjungi sentra kerajinan blangkon di Dusun Beji serta sentra kerajinan klinting di Dusun Ngawen, Kapanewon Godean.
Kepala Diskominfo Sleman, Budi Santosa, menyampaikan inisiatif ini merupakan upaya menghidupkan kembali dua kerajinan yang selama ini dikenal sebagai warisan turun-temurun masyarakat lokal. Menurutnya, keberadaan sentra blangkon dan klinting di Sleman perlu dipromosikan lebih luas agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
“Melalui tulisan para sobat media, diharapkan para perajin blangkon dan klinting bisa kembali terangkat dan keberadaannya lebih mendunia,” ujar Budi.
Ia juga berharap Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi dapat ikut terlibat memberikan pendampingan, baik dalam penyediaan bahan baku maupun pemasarannya.
Blangkon Beji: Tersisa 14 Perajin, Terkendala Pemasaran dan HKI
Kepala Dukuh Beji RT 13 RW 9, Warsidi, menjelaskan kerajinan blangkon di wilayahnya sudah berlangsung turun-temurun selama bertahun-tahun. Namun jumlah perajin kini semakin berkurang.
“Saat ini tinggal 14 perajin. Kendalanya terutama pada pemasaran dan belum memiliki HKI,” kata Warsidi.
Para perajin berharap pemerintah membantu memberikan bimbingan untuk proses memperoleh Hak Kekayaan Intelektual, sehingga produk mereka memiliki perlindungan hukum dan nilai lebih.
Klinting Ngawen: Dari 21 Perajin Kini Tinggal 5
Sementara itu, Kepala Dukuh Ngawen, Imam Nugroho, menjelaskan sentra kerajinan kuningan/klinting Sampurna Tunas Muda Ngawen juga merupakan warisan yang dikerjakan turun-temurun. Pernah mencapai masa keemasan sebelum pandemi Covid-19, jumlah perajin saat itu mencapai 21 orang. Namun kini, hanya lima perajin yang masih bertahan.
“Setelah pandemi banyak yang berhenti. Harapan kami setelah mendapat kunjungan dari media, kerajinan klinting ini bisa eksis kembali dan dilestarikan,” ujar Imam.
Prestour yang digelar Diskominfo Sleman ini menjadi langkah nyata untuk menghubungkan kembali kerajinan tradisional dengan publik melalui peran media. Dengan semakin dikenalnya kembali dua sentra kerajinan tersebut, harapannya regenerasi perajin dapat tumbuh dan produk lokal Sleman mampu bersaing di pasar lebih luas. (atm)