HUT Sleman

Dinkes Sleman Siagakan Puskesmas 24 Jam dan Layanan Darurat saat Libur Lebaran 2026

Wijatma T S
10 March 2026
.
Dinkes Sleman Siagakan Puskesmas 24 Jam dan Layanan Darurat saat Libur Lebaran 2026

Kepala Dinkes Sleman, dr. Cahya Purnama (kanan) didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan, dr. Dedi Aprianto, (PM-Jatmo)

Patmamedia.com (SLEMAN) — Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan selama libur Hari Raya Idul Fitri 2026. 

Puskesmas di Sleman dipastikan tetap memberikan pelayanan hingga malam hari, sementara layanan kegawatdaruratan disiagakan selama 24 jam.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr. Cahya Purnama, mengatakan pelayanan kesehatan di puskesmas tetap berjalan seperti biasa selama periode 18–24 Maret 2026 dengan jam layanan yang diperpanjang.

“Pelayanan di puskesmas untuk perawatan tetap berjalan seperti biasa mulai pukul 07.30 sampai 19.00 malam pada tanggal 18 sampai 24 Maret,” kata Cahya Purnama, Selasa (10/3) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Selain itu, Dinas Kesehatan Sleman juga berkoordinasi dengan Sleman Emergency Service (SES) untuk memastikan penanganan kegawatdaruratan dapat dilakukan secara cepat selama masa libur Lebaran.

Saat ini, layanan SES telah memiliki gedung baru yang berada di bekas kantor BNNK Sleman. Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat tersebut melalui nomor 0274-8609000 atau 0811-2668-900 apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.

“Jika terjadi kegawatdaruratan mendadak, masyarakat bisa langsung menghubungi nomor tersebut sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga meminta seluruh rumah sakit di Kabupaten Sleman meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, termasuk penyediaan layanan pertolongan pertama serta kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB).

Kewaspadaan tersebut mencakup kemungkinan terjadinya keracunan makanan maupun munculnya penyakit menular yang berpotensi meningkat selama masa libur panjang.

Selain itu, rumah sakit rujukan juga disiagakan untuk pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal atau pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif (PONEK). 

Layanan ini ditujukan bagi ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir yang membutuhkan penanganan cepat.

Di Sleman, rumah sakit yang disiapkan untuk pelayanan tersebut RSUP dr Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RSU Sakina Idaman, dan PKU Muhammadiyah Gamping.

Menurut Cahya, kesiapan layanan kesehatan ini penting untuk menekan risiko kematian ibu maupun bayi dengan penanganan yang cepat dan terintegrasi di rumah sakit rujukan.

Sementara itu Kabid Pelayanan Kesehatan, dr. Dedi Aprianto menambahkan, Dinkes sudah berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas yang punya wilayah untuk mendata ibu hamil dan ibu pasca melahirkan selama masa libur lebaran.

"Kami sudah meminta data ibu hamil yang HPLnya dalam masa liburan ini, begitu juga ibu yang dalam masa nifas agar selalu dipantau," ujarnya.

Di sisi lain, Cahya Purnama juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular. Ia menyebut saat ini terdapat laporan kemunculan super flu di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.

Meski hingga kini belum ada laporan kasus di Sleman, masyarakat tetap diminta menjaga kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat sakit, serta menjaga jarak untuk mencegah penularan penyakit,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat menjaga pola makan sehat dan kebersihan lingkungan agar risiko penyakit selama masa libur Lebaran dapat diminimalkan.

“Dengan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan partisipasi masyarakat menjaga kesehatan, kami berharap layanan kesehatan di Sleman tetap berjalan optimal selama libur Idul Fitri,” ujar Cahya. (atm)

HUT Sleman

Baca Juga