Dari Mimpi Kecil Ingin Naik Pesawat Terbang, Mutiara Pasha Kini Menembus Lintasan Internasional
Muh Sugiono
28 October 2025
.
Mutiara Pasha, atlet kelas internasional asal Sleman saat diundang dalam acara potcact Kopi Pait besutan PWI Sleman, medio Oktober 2025. (PM-Muh Sugiono)
Patmamedia.com (SLEMAN) -- Dalam podcast Kopi Pait tayangan Pensa TV pada medio Oktober 2025, seorang gadis belia mengenakan jaket olahraga, duduk santai di depan host acara, Antri Yudiansyah. Sesekali gadis itu tersenyum saat menceritakan kisahnya, bahkan tergelak tepas tiap kali terkenang pengalaman yang lucu. Dialah Mutiara Oktarani Nurul Al-Pasha, atlet lari asal Sleman yang kini menapaki panggung internasional.
Ketika ditanya apa yang memotivasi dirinya memilih cabang olahraga lari, Pasha menjawab ringan namun jujur: “Karena ingin naik pesawat terbang.”
Ia bercerita, dulu sempat menekuni bola voli di sekolah dasar. Tapi sang pelatih, Sukri, S.Pd melihat potensi lain dalam diri Pasha dan mengarahkannya pindah ke cabor atletik. “Kalau di voli kamu mungkin akan lama untuk jadi pemain nasional. Tapi kalau lari, kamu bisa cepat jadi atlet nasional — bahkan internasional, dan bisa naik pesawat.”
Kalimat sederhana itu menancap kuat dibenak gadis kecil yang kala itu baru berusia sepuluh tahun. Bayangan bisa naik pesawat terbang, akhirnya menuntun Pasha beralih ke lintasan atletik. Dari lapangan sekolah, langkahnya membawanya ke berbagai kejuaraan pelajar hingga akhirnya bergabung dengan PPLP DIY.
Dari Sleman ke Arena Asia
Perjalanan Pasha tak selalu mudah. Latihan dini hari, sekolah, lalu latihan sore menjadi rutinitas yang ia jalani tanpa mengeluh. Hasilnya mulai tampak: medali emas SEA Youth Athletics Championships 2023 di Thailand, dan perunggu di Singapore Open 2025 untuk nomor 800 meter. Catatan waktunya, 2:13, menjadi rekor pribadi sekaligus tiketnya ke pelatnas.
Kini, gadis kelahiran Sleman 2006 itu telah mewujudkan mimpinya: benar-benar naik pesawat untuk mewakili Indonesia. Tapi yang lebih penting, ia belajar arti kerja keras di balik impian sederhana itu.
Ketika host acara yang akrab disapa Mas Antri menutup sesi podcast dengan pertanyaan tentang cita-cita berikutnya, Pasha menjawab tanpa ragu, ia ingin terus berlari, lebih cepat dari mimpinya sendiri.
Senyumnya mengembang, seperti garis finis yang tak pernah ia anggap akhir. Dari mimpi kecil di dusun Klangkapan, langkah Pasha membuktikan satu hal: kadang, keinginan sederhana bisa membawa seseorang terbang jauh, bahkan melampaui langit tempat mimpi itu lahir.*
Mutiara Oktarani Nurul Al-Pasha lahir di Sleman tahun 2006, adalah atlet lari nasional dari DIY. Ia tergabung dalam PPLP DIY dan berfokus pada nomor 800 dan 1.500 meter. Prestasinya meliputi perunggu di Kuwait (2022), emas SEA Youth 2023 di Thailand, dan perunggu Singapore Open 2025.***