HUT Sleman

Dagadu, 28 Tahun Konsisten Menjaga Kreativitas

03 January 2022
.
Dagadu, 28 Tahun Konsisten Menjaga Kreativitas

Dagadu, 28 Tahun konsisten menjaga kreativitas

Yogya patmamedia.com-Memposisikan diri sebagai brand alternatif cenderamata asal Yogyakarta, Dagadu berhasil bertahan di tengah gempuran produk kreatif yang semakin ramai saat ini. Hal ini tentu karena PT. Aseli Dagadu Djokdja yang bergerak pada creative merchandise konsisten menjadikan brand Dagadu sebagai produk eksklusif yang diproduksi dan dijual di Yogyakarta.

Berkiprah 28 tahun, bukan waktu sebentar bagi siapapun yang berada di balik desain produk kreatif ini untuk tumbuh dan memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya atau pun menjawab keinginan masyarakat.

Menyasar segmen mahasiswa di awal berdirinya, produk Dagadu lambat laun semakin dikenal dan diminati masyarakat umum, bahkan dijadikan oleh-oleh bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta.

Sementara itu merespon kebutuhan  masyarakat, bisnis yang semula hanya memproduksi kaos, kini telah berkembang dan melahirkan banyak produk baru, seperi helm, tas, topi hingga dompet dan beragam souvernir.

Tak berbeda dengan usaha lain yang terdampak CoVID 19, perusahaan desain ini juga ikut merasakan turunnya daya beli masyarakat terhadap produknya. Namun demikian, Industri kreatif yang menjadi dasar perusahaan ini berdiri, berhasil menekan dampak pandemi dengan usaha kreatif lain, diantaranya memenuhi permintaan desain dari sejumlah mitra atau kolega.

Sementara, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, PT Aseli Dagadu Djokdja juga bermitra dengan sejumlah marketplace dan membagun website yang dapat dijelajahi oleh konsumen dan para loyalis Dagadu.

M. Mirza Arditya, CEO PT. Aseli Dagadu Djokdja menjelaskan, Dagadu mampu survive hingga 28 tahun karena Dagadu selalu menjaga kreativitas dengan selalu menayangkan ide-ide yang dibutuhkan masyarakat dan concern terhadap hal- hal yang diminati masyarakat. Sehingga produk Dagadu selalu disukai dan diminati masyarakat.

Sementara itu, masa pandemi adalah masa yang tidak mudah bagi industri. Pandemi membuat Dagadu juga ikut berpikir keras untuk menjalankan bisnis dengan membuka dan menjalankan channel online atau pasar marketplace dan meluncurkan website sendiri.   (Ernyta Prihantoro)

Dilarang

Baca Juga