Ki Iskandar Yasin menjelaskan Buku Ensiklopedi Tamansiswa (PM - RBW)
Patmamedia.com (YOGYAKARTA) -- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (BEM UST) menyenggarakan kegiatan Bedah Buku "Ensiklopedi Tamansiswa" karya Dekan Fakultas Teknik UST Ki Dr. Ir. Iskandar Yasin, S.T, M.T., CIPM., IPM, ASEAN Eng di Hotel Kayu Manis, Yogyakarta, Jumat (10/7/ 2026) sore.
Ketua BEM UST Diyan Dewana Jaya mengatakan kegiatan yang diadakan dalam rangkaian ikut memperingati 104 tahun Tamansiswa diikuti para pengurus BEM UST untuk merefleksikan ajaran-ajaran Tamansiswa yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara dalam konsep kemerdekaan belajar dalam sistem pendidikan nasional sesuai yang dicita-citakan Ki Hadjar Dewantara.
Ki Iskandar Yasin dalam paparannya menjelaskan buku yang ditulis selama 8 bulan, merupakan hasil diskusi dan dialog ke makam Ki Hadjar Dewantara di Taman Wijaya Brata, Celeban, makam Ki Sutatmo Suryokusumo (Ketua Majelis Luhur Tamansiswa yang pertama) di Gunung Bangkel, dan makam Ki Ageng Suryomataram di Kanggotan, Bantul.
Lebih lanjut Ki Iskandar Yasin mengatakan, dengan hadirnya Buku Ensiklopedi Tamansiswa setebal 1635 halaman ini menjadi dokumen penting bagi sejarah pergerakan nasional Indonesia. Perguruan Tamansiswa menjadi tonggak utama perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Oleh karena itu perlu ada usaha pencatatan tertulis yang merangkum kontribusi Tamansiswa sebagai wadah yang berkiprah di bidang pendidikan, pengajaran dan kebudayaan nasional Indonesia.
"Buku ini dapat memberi kemudahan bagi para pembaca untuk mempelajari ajaran-ajaran Ki Hadjar Dewantara yang luar biasa dan sudah teruji oleh sejarah. Gerakan Tamansiswa ditempuh untuk meningkatkan kehidupan rakyat menuju kemerdekaan dan kemandirian. Ki Hadjar Dewantara telah menempuh jalan pendidikan dan kebudayaan sebagai instrumen untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Sehingga berdirilah Perguruan Tamansiswa di seluruh penjuru Nusantara. Dengan sendirinya Tamansiswa merupakan perintis usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa" kata Ki Iskandar Yasin.
Dalam diskusi yang dipandu Saaliatul Hizam, pembahas Ki Rama Prambudi Dikirama (Faunder Dewantara Insitute) mengapresiasi hadirnya Buku Ensiklopedi Tamansiswa, setelah buku Karya Ki Hadjar Dewantara I Pendidikan dan II Kebudayaan yang diterbitkan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Menurut Ki Rama, kelebihan buku ensiklopedi ini di antaranya: informasinya luas, mampu menjelaskan sejarah dan pemikiran tokoh-tokoh Tamansiswa, cocok sebagai sumber informasi awal memberi gambaran umum sebelum mempelajari suatu topik yang lebih mendalam.
Selanjutnya Ki Rama menegaskan Buku Ensiklopedi Tamansiswa adalah jarum pencarian dalam menentukan waktu terbaik untuk mengkaji , menuntun sikap dan menentukan arah gerakan Tamansiswa. Selanjutnya agar dibuat menjadi satu aplikasi eksiklopedi digital serta perlu dilakukan pengindekan untuk memudahkan pencarian khusus bagi para peneliti. ***