.
Lurah Sunu Raharjo (kanan) menyerahkan wayang kepada dalang muda Masda Riski Ramadhan, menandai dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk. (PM-Wagino)
Patmamedia.com (GUNUNGKIDUL) – Warga Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Labuh, Jumat Legi (26/9/2025). Acara ini menjadi wujud syukur kepada Allah sekaligus doa bersama menyambut musim tanam yang segera tiba.
Sejak pukul 07.00 pagi, halaman balai kalurahan dipenuhi warga dari tujuh padukuhan. Mereka memulai kegiatan dengan senam sehat, lalu melanjutkan ke acara inti kenduri. Dari tiap padukuhan, warga membawa ambeng berisi nasi dan lauk, yang kemudian didoakan bersama dipimpin seorang rois.
“Untuk acara ini sudah kami persiapkan setahun sebelumnya. Sedekah Labuh merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun sekali,” ujar Lurah Girimulyo, Drs. Sunu Raharjo.
Sedekah Labuh tahun ini terasa lebih meriah. Setelah kenduri dan salat Jumat, warga dihibur dengan pentas senam jatilan. Malam harinya, digelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang muda Masda Rizki Ramadhan, yang membawakan lakon Tumuruning Wahyu Gabah Kencono.
Kemeriahan itu menambah semangat warga untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi. “Kami berterima kasih kepada semua lapisan masyarakat Kalurahan Girimulyo yang telah ikut memeriahkan dan mendukung acara ini,” ucap Sunu.
Lebih dari sekadar acara adat, Sedekah Labuh menjadi pengikat kebersamaan antarwarga sekaligus pengingat pentingnya bersyukur. Tradisi ini diwariskan turun-temurun dan tetap dijaga meski zaman terus berubah.
“Ini merupakan kegiatan yang harus kita lestarikan karena wujud syukur dan memohon doa kepada Yang Maha Kuasa agar panen yang akan datang mendapat hasil yang baik lagi,” pungkas Sunu. (wag)