Platinum

UST Gelar Bedah Buku Karya Ki Prijo Mustiko

Bambang Widodo
02 July 2026
.
UST Gelar Bedah Buku Karya Ki Prijo Mustiko

Narasumber Ki Prijo Mustiko memaparkan buku karyanya (PM - RBW

Patmamedia.com (YOGYAKARTA) – Mengawali peringatan Dies Natalis Ke-71 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST),  panitia dies menggelar bedah buku "Mengolah Cipta,  Rasa, dan Karsa" karya budayawan dan tokoh Tamansiswa Ki Prijo Mustiko, di Ruang Senat, Gedung Pusat UST Lt 1, Jl. Batikan Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).

Ketua Panitia Dies Dr. Rejokirono, MPd melaporkan kegiatan  bedah buku menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-71 UST.  Mengusung tema "Awit Putulungane Gusti, Warga UST Guyub Nyawiji, Mrih  UST Aji lan Migunani", acara dihadiri sivitas akademika, pegiat budaya, mahasiswa, pendidik, pemerhati pendidikan dan 157 peserta online dari berbagai daerah. 

Bedah buku dibuka Rektor UST yang diwakili Wakil Rektor II UST Dr. Kusuma Candra Wardani, MM dan disiarkan langsung melalui kanal You Tube  resmi UST. Dalam pidato tertulisnya ia mengemukakan, UST sebagai perguruan tinggi di Tamansiswa memiliki tanggung jawab moral  dan akademik  untuk terus melestarikan, mengembangkan dan mengaktualisasikan ajaran Ki Hadjar Dewantara melalu berbagai kegiatan ilmiah.

Selanjutnya Ki Prijo Mustiko dalam paparannya  menjelaskan, buku setebal 386 halaman tersebut merupakan refleksi perjalanan hidupnya selama lebih dari 75 tahun berkarya di bidang kebudayaan, pendidikan, dan kepramukaan. Melalui buku itu, ia mengajak pembaca memadukan cipta, rasa, dan karsa sebagai landasan membangun manusia yang berbudaya.

"Kita harus memanfaatkan pengalaman-pengalaman kita menjadi perenungan dan merealisasikannya menjadi sebuah aktivitas untuk masyarakat," ujar Ki Prijo Mustiko yang pernah menjadi Anggota Dewan Kebudayaan DIY. Menurutnya, pengalaman hidup akan memiliki makna apabila mampu melahirkan gagasan, kebijaksanaan, dan pengabdian bagi kepentingan bersama.

Sebagai pembahas, Prof. Slamet PH., M.A., M.Ed., M.A., MLHR., Ph.D. menilai gagasan dalam buku tersebut tetap relevan dengan tantangan pendidikan nasional saat ini.  Nilai-nilai budaya, menurut Mantan Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa dan Guru Besar UNY itu, perlu terus diintegrasikan dalam proses pendidikan agar mampu membentuk karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Diskusi yang dipandu Wakil Rektor I Bidang Akademik UST, Dr. Yuli Prihatini, M.Pd., berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya membahas isi buku, tetapi juga mendiskusikan relevansi ajaran Ki Hadjar Dewantara dalam menghadapi perubahan zaman.

Pemilihan buku Mengolah Cipta,  Rasa, dan  Karsa bukan tanpa alasan. Konsep cipta, rasa, dan karsa yang menjadi benang merah buku tersebut merupakan pengejawantahan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan keseimbangan daya pikir, kehalusan budi, dan kemauan berkarya sebagai fondasi pembentukan manusia merdeka lahir dan batin.

Melalui kegiatan ini, UST berharap tradisi literasi dan dialog akademik semakin berkembang, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, budayawan, praktisi pendidikan, dan masyarakat dalam mengembangkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang tetap relevan bagi pendidikan Indonesia masa kini.

Acara diakhiri penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber, pembahas dan pemandu serta foto bersama.***

Dilarang

Baca Juga