.
Sekda Susmiarto secara resmi meluncurkan aplikasi SI URAT NADI di Ruang Rapat Sekda, Selasa (24/6/2025). (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Siapa sangka, perubahan besar dalam birokrasi bisa dimulai dari urusan naskah dinas. Pemerintah Kabupaten Sleman kembali mencatat terobosan dengan meluncurkan SI URAT NADI (Simplifikasi Urusan Surat dan Naskah Dinas), sebuah aplikasi inovatif yang digagas Kapanewon Depok, Selasa (24/6/2025) di Ruang Rapat Sekda.
Diluncurkan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., aplikasi ini menjadi simbol bagaimana digitalisasi dan simplifikasi dapat menjawab kerumitan administrasi tanpa menanggalkan kepatuhan terhadap aturan.
“Penyederhanaan bukan berarti mengabaikan aturan. Justru inovasi seperti SI URAT NADI menjawab tantangan administrasi modern secara tertib dan taat regulasi,” tegas Susmiarto.
SI URAT NADI hadir sebagai jawaban atas persoalan klasik dalam tata kelola naskah dinas: format tak seragam, waktu penyusunan lama, dan miskomunikasi regulasi.
Melalui satu tautan digital, kini tersedia template, panduan, dan contoh naskah dinas resmi yang dapat diakses oleh semua perangkat Kalurahan dan Kapanewon di wilayah Depok.
Inisiatif ini lahir dari tangan Wawan Hariawan, S.IP., M.Si., peserta PKA Angkatan II Tahun 2025 yang saat itu menjabat Panewu Anom Depok, dan kini bertugas di Inspektorat Sleman.
“Kami melihat regulasinya sudah jelas, Perbup 39/2021 dan Perbup 41/2020, tapi implementasi belum optimal. SI URAT NADI hadir untuk menyederhanakan sekaligus menertibkan,” jelas Wawan.
Panewu Depok, Djoko Muljanto, S.P., menegaskan bahwa SI URAT NADI adalah bentuk budaya kerja baru: adaptif, sistematis, dan akuntabel.
“Kami ingin menunjukkan bahwa birokrasi itu bisa lincah dan efisien, tapi tetap dalam rel aturan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari kalurahan. Lurah Condongcatur, Reno Candra Sanghaji, menyebut aplikasi ini sebagai “angin segar” yang menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.
“Dulu pamong bingung format surat, sekarang tinggal klik tautan. Ini bukan sekadar aplikasi, tapi bentuk pembinaan nyata dari Kapanewon,” katanya.
Potensi SI URAT NADI tak hanya berhenti di naskah dinas. Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., membuka peluang integrasi inovasi ini ke dalam sistem manajemen arsip digital SIMARDA.
“Kalau sistem keamanannya terbukti handal, ini bisa menjadi elemen penting dalam digitalisasi arsip kita,” ujarnya.
Sekda Sleman pun meminta Dinas Kominfo ikut mengawal keamanan sistem agar integritas dokumen tetap terjaga di era digital.
Peluncuran SI URAT NADI adalah pesan jelas bahwa reformasi birokrasi tidak selalu harus dimulai dari atas. Inovasi yang lahir dari akar rumput, seperti yang dilakukan Kapanewon Depok, justru mampu memberi dampak luas dan membentuk budaya kerja baru yang lebih rapi, modern, dan profesional.
Di era digital ini, naskah dinas bukan lagi beban, tapi pintu masuk menuju birokrasi yang cerdas dan melayani.
SI URAT NADI bisa diakses melalui tautan internal yang disediakan Kapanewon Depok untuk seluruh perangkat Kalurahan dan stakeholder pemerintahan di wilayah Sleman.(atm)