Platinum

Ramadan Jadi Titik Gerak, Karangtaruna Bhaktiloka Dorong Pemuda Condongcatur Lebih Progresif

Wijatma T S
01 March 2026
.
Ramadan Jadi Titik Gerak, Karangtaruna Bhaktiloka Dorong Pemuda Condongcatur Lebih Progresif

Pengurus Karangtaruna Bhaktiloka dan Pemuda Pemudi Condongcatur usai buka bersama di Pendapa Green Kayen. (PM-Wasana)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Ramadan 1447 H tidak dimaknai sekadar agenda tahunan oleh Karangtaruna Bhaktiloka.

Organisasi kepemudaan di Condongcatur ini menjadikan bulan suci sebagai titik gerak membangun kesadaran spiritual sekaligus mempertegas peran sosial generasi muda.

Pengajian dan buka puasa bersama yang digelar di Pendopo Green Kayen Condongcatur, Minggu (1/3/2026), bukan hanya forum tausiyah, melainkan ruang konsolidasi pemuda lintas generasi, dari pengurus aktif, purnabakti, hingga pemuda se-Kalurahan Condongcatur.

Menghadirkan Rifki Azka, tema “Memperkuat Iman di Bulan Ramadan” diarahkan pada refleksi sekaligus aksi.

Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa iman yang kuat harus tercermin dalam perubahan perilaku sosial. 

Ramadan, menurutnya, adalah momentum memperbaiki akhlak, memperbanyak kepedulian, dan memperdalam tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Ketua Karangtaruna Bhaktiloka, Halen Juventina, secara tegas mendorong pemuda agar tidak berhenti pada simbol dan seremoni. Ia menekankan pentingnya konsistensi gerakan.

“Generasi muda harus menjadi agen perubahan. Bukan hanya hadir di acara, tetapi hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata. Kita jaga kebersamaan, kita tingkatkan iman,” ujarnya.

Dorongan itu selaras dengan komitmen Pemerintah Kalurahan. Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyatakan, di tengah efisiensi anggaran, dukungan terhadap kegiatan positif pemuda tetap menjadi prioritas.

Menurutnya, arah pembangunan berbasis komunitas akan lebih kuat jika pemuda aktif dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial pembagian sembako kepada warga kurang mampu yang sebelumnya telah dilakukan Karangtaruna Bhaktiloka.

Ramadan kali ini, bagi Karangtaruna Bhaktiloka, menjadi pengingat bahwa spiritualitas dan kerja sosial tidak bisa dipisahkan. 

Pengajian ditutup dengan buka bersama dalam suasana hangat, namun pesan yang menguat adalah satu: pemuda tidak cukup hanya solid, tetapi juga harus relevan dan berdampak. (atm)

Dilarang

Baca Juga