Platinum

Prevalensi Stunting Sleman Turun Jadi 4,29%, Pemkab Dorong Penguatan Intervensi di Kalurahan

Wijatma T S
11 December 2025
.
Prevalensi Stunting Sleman Turun Jadi 4,29%, Pemkab Dorong Penguatan Intervensi di Kalurahan

Sekda Sleman, Susmiarto (tengah) didampingi Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Dinas P3AP2KB, Muhammad Daroji, bersama peraih peringkat terbaik. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menekan angka stunting kembali menunjukkan hasil positif. Berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) oleh Dinas Kesehatan, prevalensi stunting di Sleman pada 2025 tercatat menurun menjadi 4,29%, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,41%.

Meski capaian tersebut menunjukkan tren penurunan, Sekretaris Daerah Sleman Susmiarto menegaskan bahwa komitmen dan langkah percepatan harus terus diperkuat.

Hal itu disampaikan saat mewakili Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam Workshop Review Kinerja Tahunan Aksi Integrasi Stunting di Joglo Puri Mataram, Rabu (10/12/25).

“Meskipun mengalami penurunan, kita harus tetap meningkatkan komitmen dalam upaya penanggulangan stunting, melalui peningkatan intervensi baik spesifik maupun sensitif,” ujar Susmiarto.

Ia menyebut workshop tahunan ini menjadi momentum penting untuk mengukur capaian, mengevaluasi efektivitas strategi, serta memastikan seluruh perangkat daerah bergerak selaras.

“Workshop ini menjadi forum strategis untuk menyusun langkah perbaikan dan rencana aksi yang lebih terfokus pada tahun berikutnya. Dengan pelibatan seluruh pihak, diharapkan komitmen bersama semakin kuat untuk mewujudkan Sleman bebas stunting,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sleman juga memberikan penghargaan kepada tiga kalurahan dengan kinerja terbaik dalam penanganan stunting tingkat kabupaten.

Peringkat I diraih Kalurahan Tegaltirto, Berbah. Kemudian Peringkat II Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak, dan Peringkat III oleh Kalurahan Pondokrejo, Tempel.

Deangan capaian tersebut, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Dinas P3AP2KB, Muhammad Daroji, berharap apresiasi tersebut mampu memacu peningkatan kinerja di tingkat kalurahan.

“Semoga penghargaan ini dapat memotivasi pemangku kebijakan di kalurahan dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Workshop diikuti 120 peserta yang terdiri dari TPPS Kabupaten, Kapanewon, dan Kalurahan se-Sleman.

Melalui forum ini, pemerintah berharap program penurunan stunting dapat semakin terintegrasi, cepat, dan tepat sasaran hingga level akar rumput. (atm)*



 

Dilarang

Baca Juga