.
Prosesi pengambilan sumpah dan janji pada pelantikan dukuh Serayu dan Gandekan Oleh Lurah Bantul Supriadi. (PM-Wagino)
Patmamedia.com (BANTUL) – Pemerintah Kalurahan Bantul resmi melantik dua dukuh baru, yakni Arif Nurrahman sebagai Dukuh Serayu dan Ibnu Rizal sebagai Dukuh Gandekan untuk masa jabatan 2026–2049.
Pelantikan berlangsung khidmat di gedung serbaguna kalurahan setempat, Kamis (23/4/2026) siang.
Acara tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK), Panewu Bantul Kusmardiono, Kapolsek Bantul Kompol Rapiqoh, perwakilan Danramil Bantul, jajaran pamong kalurahan, Bamuskal, para dukuh, ketua RT, serta tokoh masyarakat.
Lurah Bantul, Supriadi, dalam sambutannya berharap kedua dukuh baru tersebut mampu mengemban amanah dengan baik dalam melayani masyarakat di wilayah masing-masing.
“Selamat kepada Dukuh Serayu dan Dukuh Gandekan yang telah dilantik. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Supriadi.
Ia juga menegaskan, proses pengisian jabatan dukuh telah berjalan lancar dan sesuai aturan, mulai dari sosialisasi, penjaringan, penyaringan hingga pelaksanaan ujian.
Dalam proses tersebut, pemerintah kalurahan menggandeng Universitas APMD sebagai pihak ketiga.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras sehingga seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Supriadi menekankan, tugas seorang dukuh tidaklah ringan. Selain membantu tugas lurah, dukuh juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat di tingkat padukuhan.
“Seorang dukuh harus siap melayani masyarakat selama 24 jam, dan alat komunikasi harus selalu aktif,” tegasnya.
Dengan dilantiknya dua dukuh baru ini, Supriadi berharap roda pemerintahan di tingkat padukuhan hingga kalurahan dapat berjalan semakin optimal, sehingga mendorong percepatan pembangunan di wilayah Bantul.
Sementara itu, Panewu Bantul Kusmardiono turut menyampaikan ucapan selamat kepada kedua dukuh yang baru dilantik. Ia mengingatkan, jabatan dukuh menuntut kesiapan penuh dalam melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan.
“Setelah dilantik, seorang dukuh menjadi tokoh yang dituakan di masyarakat. Harus siap setiap saat ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Kusmardiono juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga, khususnya istri, dalam menjalankan tugas sebagai dukuh.
“Semua akan terasa ringan jika ada dukungan dari keluarga, terutama istri yang selalu mendampingi,” pungkasnya. (wag)
Editor: Wijatma TS