.
Dari kiri, Kajari Sleman, Bambang Yunianto Eko Putro, Wabup Danang Maharsa, dan Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama jajaran Forkopimda dan berbagai stakeholder menyatakan kesiapan penuh dalam pelaksanaan Operasi Lilin 2025 guna mengamankan libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kesiapan tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar Selasa (16/12) di Hotel Prima SR, Jalan Magelang, Tridadi, Sleman.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menekankan, pengamanan Nataru merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara sinergis dan kolaboratif lintas sektor. Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci utama dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa libur panjang.
"Kami memerintahkan Satpol PP, Dishub, dan instansi terkait lainnya koordinasi dengan Polresta untuk menjamin kelancaran Nataru ini. Ini tidak bisa dijalankan sendiri, harus kita kerjakan bersama-sama berbagai unsur dan relawan," ujarnya.
Danang juga menyampaikan, Pemkab Sleman telah menyiapkan langkah antisipatif terhadap berbagai potensi kendala selama Nataru, mulai dari kemacetan lalu lintas, potensi bencana hidrometeorologi, aktivitas erupsi Merapi, hingga risiko kecelakaan.
"Liburan ini sebenarnya adalah anugerah bagi Kabupaten Sleman karena mempunyai banyak objek wisata. Jadi mari kita manfaatkan kesempatan liburan ini untuk meningkatkan perekonomian, dan juga meningkatkan citra Kabupaten Sleman melalui pelayanan yang baik," kata Danang.
Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo, S.I.K., M.H., menjelaskan, dalam Operasi Lilin 2025 pihaknya akan mengerahkan 338 personel Polresta Sleman, diperkuat sekitar 1.400 personel dari instansi pendukung seperti TNI, Dishub, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya. Selain itu, Polresta Sleman juga menyiapkan 1.071 personel cadangan.
Untuk mendukung pengamanan, Polresta Sleman akan mendirikan empat pos, yakni dua pos pengamanan (Pospam) di Gamping dan Prambanan, satu pos terpadu di Tempel, serta satu pos pelayanan (Posyan) di kawasan Amplaz.
Pengamanan ibadah Natal juga menjadi perhatian khusus. Sebanyak 568 personel disiapkan untuk mengamankan 101 gereja dan 18 kapel yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman. Dari jumlah tersebut, terdapat 16 gereja besar dengan kapasitas jamaah lebih dari 1.000 orang.
"Pengamanan rumah ibadah dan pusat keramaian, dilaksanakan melalui sterilisasi, penjagaan dan pemantauan untuk memastikan kegiatan masyarakat berlangsung dengan aman," kata Kombes Pol Edy.
Ia pun mengimbau masyarakat yang akan menggelar kegiatan selama libur Nataru agar berkoordinasi dengan aparat keamanan.
"Saya harap masyarakat yang mengadakan kegiatan untuk minta ijin, minimal akan kami adakan patroli, atau maksimal kita lakukan pengamanan," imbuhnya. (atm)*