.
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji (tengah), mengapresiasi kinerja tim medis di posko kesehatan darurat. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Setelah dua hari penuh memberikan layanan kesehatan darurat, Posko Dukungan Kesehatan yang digelar Dinas Kesehatan DIY bersama relawan resmi ditutup, Sabtu (30/8/2025) sore. Penutupan dilakukan oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, tepat pukul 15.00 WIB, menandai berakhirnya rangkaian tugas tim medis dalam mendampingi dinamika aksi masyarakat yang berlangsung di wilayah Sleman.
Reno menjelaskan, selama beroperasi sejak Jumat hingga Sabtu, posko mencatat lebih dari 90 orang korban telah mendapatkan pertolongan medis, baik akibat kelelahan, luka ringan, maupun gangguan pernapasan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 orang harus dirujuk ke rumah sakit karena membutuhkan penanganan lanjutan.
Koordinator lapangan, Mas Koko yang mewakili Dinas Kesehatan DIY menyampaikan, layanan darurat kesehatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Posko Tim Medis Induk di Pendopo Kalurahan Condongcatur dan Posko Kesehatan kedua di Balai Padukuhan Kaliwaru.
“Selama dua hari bertugas, lebih dari 29 unit ambulans dari berbagai instansi, ormas, dan lembaga swasta ikut disiagakan. Mereka berasal dari Puskesmas, PMI, relawan masjid, BRI, Lazismu Muhammadiyah, hingga jaringan komunitas kesehatan,” jelasnya.
Lurah Condongcatur menegaskan, keberhasilan layanan darurat tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh tenaga medis dan relawan. Ia memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi yang ditunjukkan.
“Semoga dedikasi dalam rangka tindakan kemanusiaan ini mendapatkan keberkahan dan pahala,” ungkapnya.
Penutupan posko tersebut sekaligus menjadi simbol berakhirnya rangkaian siaga kesehatan darurat. Meski demikian, pihak pemerintah kalurahan bersama Dinas Kesehatan DIY memastikan tetap membuka jalur komunikasi dengan fasilitas kesehatan terdekat apabila masyarakat masih membutuhkan pertolongan. (atm)*