.
Kepala Dinkes Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat layanan kesehatan inklusif lewat Gebyar Husada 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Sleman ke-110 sekaligus Hari Kesehatan Sedunia, dengan menghadirkan layanan kesehatan gratis lintas usia dan dukungan tenaga medis spesialis.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr. Cahya Purnama menegaskan, program ini merupakan bagian dari capaian pembangunan kesehatan Sleman 2025 yang berorientasi pada akuntabilitas, integritas, dan kinerja. Hal itu disampaikan kepada sobat media di Ruang Sembada, Kamis (30/4).
“Tidak hanya pengobatan, kami juga menghadirkan inovasi seperti pijat terapi untuk membantu penyembuhan kebiasaan merokok. Harapannya, masyarakat bisa berhenti merokok setelah terapi,” ujar Cahya.
Rangkaian Gebyar Husada 2026 mencakup bakti sosial seperti khitanan massal dan operasi katarak gratis, serta puncak kegiatan berupa Pekan Layanan Kesehatan Terpadu di Sleman City Hall (SCH) pada 5–7 Mei 2026.
Dari sisi pelayanan, RSUD Prambanan memastikan kehadiran dokter spesialis selama tiga hari pelaksanaan. drg. Ratih Susila, M.P.H menyampaikan, kegiatan ini juga bertujuan menjangkau masyarakat yang selama ini belum mengakses fasilitas kesehatan.
“Kami akan menghadirkan dokter spesialis pada 5, 6, dan 7 Mei. Ini menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang belum sempat mengakses puskesmas, klinik, maupun rumah sakit,” jelasnya.
Pada hari pertama, layanan difokuskan untuk ibu hamil, diawali dengan yoga ibu hamil dengan kapasitas sekitar 50 peserta. Selain itu, tersedia dua booth layanan, termasuk ruang tertutup untuk konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta pemeriksaan USG gratis.
Hari kedua menyasar balita dengan menghadirkan dokter spesialis anak dan dokter rehabilitasi medik untuk pemeriksaan tumbuh kembang, konsultasi, hingga edukasi kesehatan.
Sementara pada hari ketiga, layanan difokuskan bagi usia produktif dan lansia dengan menghadirkan empat dokter spesialis penyakit dalam.
“Di hari ketiga juga akan ada komunitas lansia yang menampilkan angklung, sebagai gambaran lansia sehat dan aktif. Selain itu, tersedia konsultasi gizi, doorprize, hingga edukasi pola makan sehat,” tambah Ratih.
RSUD Sleman juga turut ambil bagian dengan menghadirkan layanan kesehatan komprehensif.
Kabid Pelayanan Medis dan Pengembangan Mutu RSUD Sleman, dr. Veronica Evita Setyaningrum, M.P.H, menyampaikan, pihaknya akan menggelar skrining operasi katarak pada 9 Mei 2026, dengan peserta awal sudah terdaftar sekitar 30 orang.
Selain itu, RSUD Sleman menghadirkan berbagai layanan selama 4–7 Mei, termasuk kesehatan ibu dan anak dengan dukungan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, layanan tumbuh kembang anak melalui klinik khusus, hingga layanan bagi lansia dengan dukungan dokter spesialis ortopedi dan rehabilitasi medik.
“Kami tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga menjaga kualitas hidup masyarakat, terutama lansia. Mengingat angka harapan hidup di Sleman cukup tinggi, kebutuhan layanan kesehatan lansia juga meningkat,” jelas Veronica.
Seluruh layanan dalam Gebyar Husada 2026 ini dapat diakses secara gratis.
Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini guna meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan secara menyeluruh. (atm)