.
Wabup Danang Maharsa memastikan ketersediaan hewan kurban di kandang Brayut, Pandowoharjo, Sleman. (PM-Wijatma TS)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan intensif melakukan berbagai persiapan, termasuk pengawasan terhadap ketersediaan dan kesehatan hewan kurban.
Wabup Danang Maharsa menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman masih menghadapi tantangan dalam mencukupi kebutuhan ternak kurban, khususnya sapi dan domba.
“Untuk tahun ini, kebutuhan hewan kurban cukup tinggi. Kami mencatat, estimasi kebutuhan sapi mencapai 9.750 ekor, sementara yang tersedia baru 5.545 ekor. Kekurangan juga terjadi pada domba, dengan kebutuhan 13.500 ekor, namun stok hanya 9.010 ekor. Jadi ada defisit 4.205 sapi dan 4.490 domba,” ujar Danang saat melakukan peninjauan langsung ke salah satu kandang kelompok ternak di Dusun Brayut, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Rabu (21/5/2025).
Sementara itu, untuk kambing justru terjadi surplus, yakni ketersediaan 3.541 ekor dari kebutuhan 2.800 ekor. Meski demikian, menurut Danang, hal ini tidak mengurangi kewaspadaan pemerintah terhadap kemungkinan lonjakan permintaan menjelang hari raya.
Guna menutupi kekurangan, Pemkab Sleman mengandalkan distribusi ternak dari berbagai sumber.
Hewan kurban akan dipasok melalui kelompok ternak lokal, pasar kurban, pelaku usaha, serta pembelian langsung dari luar daerah seperti Gunungkidul, Kulonprogo, Magelang, Klaten, hingga Wonosobo.
“Kita pastikan pasokan dari luar daerah dalam kondisi sehat dan telah melalui proses pemeriksaan. Terlebih saat ini kita masih harus mewaspadai penyakit menular seperti PMK dan antraks,” jelas Danang.
Sebagai bentuk pencegahan, pemerintah telah melaksanakan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara serentak pada Januari–Maret 2025 dan akan dilanjutkan kembali pada Juli–September 2025.
Dinas Pertanian Sleman juga melakukan pemantauan secara rutin di 549 kandang kelompok ternak binaan dan pasar-pasar hewan tiban yang bermunculan menjelang Idul Adha.
Petugas dari puskeswan dan penyuluh pertanian setempat diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan fisik hewan, dokumen asal ternak, serta kebersihan kandang.
Pasar hewan seperti di Ambarketawang menjadi titik utama pengawasan. Namun, Danang mencatat bahwa tahun ini terjadi penurunan lalu lintas dan transaksi hewan kurban di pasar tersebut.
Untuk Idul Adha tahun ini, sebanyak 258 petugas dikerahkan untuk mengawasi pemotongan hewan kurban di seluruh Sleman. Mereka terdiri dari pegawai negeri, petugas lapangan, dokter hewan, kader pengawas kurban, hingga mahasiswa kedokteran hewan.
Kegiatan pemantauan pemotongan akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni 6, 7, dan 8 Juni 2025 atau 10—12 Dzulhijjah 1446 H, dengan cakupan ribuan titik pemotongan di masjid, mushala, dan lapangan terbuka.
“Kami tidak hanya memantau jumlah ternak, tetapi juga memastikan bahwa penyembelihan dilakukan sesuai syariat dan memenuhi standar kesehatan masyarakat. Daging yang dikonsumsi harus ASUH: aman, sehat, utuh, dan halal,” tegas Danang.
Tahun lalu, tercatat 2.638 titik pemantauan dengan total pemotongan mencapai 9.709 ekor sapi, 13.561 ekor domba, dan 2.766 ekor kambing.
Meskipun jumlah hewan meningkat, angka kejadian penyakit seperti cacing hati justru menurun, menandakan bahwa program pengawasan dan vaksinasi mulai menunjukkan hasil.
Dinas juga mencatat bahwa sejumlah penyakit seperti conjunctivitis, pink eye, ORF, scabies, hingga trauma saat transportasi masih kerap ditemukan di pasar hewan. Kasus antraks yang terjadi di Kalurahan Gayamharjo, Prambanan, pada 2024 menjadi perhatian khusus.
Sebagai tindak lanjut, vaksinasi dan pengawasan terus dilakukan di wilayah-wilayah rawan.
“Kesehatan hewan bukan hanya soal hewan itu sendiri, tapi juga soal perlindungan manusia. Kita tidak bisa kompromi dalam hal ini,” tutup Danang.
Wabup Danang juga mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban dari sumber yang jelas dan sudah mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).
Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit dan memastikan ibadah kurban berjalan dengan lancar dan aman.(atm)