Platinum

Grebeg Ojeg: Tradisi, Rezeki dan Tawa Rakyat di Drojogan Magelang

Muh Sugiono
21 October 2025
.
Grebeg Ojeg: Tradisi, Rezeki dan Tawa Rakyat di Drojogan Magelang

Grebeg Ojeg Drojogan pada gelaran tahun lalu yang kini akan digelar pada 24-26 Oktober 2025. (PM-istimewa)

Patmamedia.com (MAGELANG) – Suasana Kampung Drojogan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, dipastikan kembali semarak akhir Oktober ini. Tradisi tahunan Grebeg Ojeg siap digelar untuk ke-11 kalinya,  pada 24 Oktober - Minggu, 26 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 WIB.

Warga sudah bersiap menyambut kirab Gunungan Ojeg — tumpukan hasil bumi dan jajanan yang diarak keliling kampung sebelum akhirnya dibagikan kepada warga. Tahun ini, panitia melibatkan ratusan pelaku seni dan komunitas pedagang dalam rangkaian acara yang bertema Kampoeng Drojogan Bangkit.

Siti Maryati (foto: dok pribadi)

Bagi warga sekitar, Grebeg Ojeg bukan sekadar tontonan budaya, tapi juga sumber rezeki. Siti Maryati, warga yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari lokasi acara, mengaku selalu menantikan tradisi ini setiap tahun.

 “Ramainya luar biasa. Orang datang dari Magelang kota, bahkan ada yang dari luar kecamatan. Saya buka lapak jajanan di teras rumah, dan selalu laris. Grebeg Ojeg ini hiburan murah tapi menghidupkan kampung,” katanya sambil tersenyum.

Acara yang awalnya digagas oleh komunitas pedagang kecil dan seniman lokal ini memang punya daya tarik tersendiri. Selain kirab gunungan, pengunjung akan disuguhi parade 500 penari trendy, atraksi seni tradisional, serta pementasan musik dan tari rakyat.

Grebeg Ojeg pertama kali digelar pada 2014 oleh komunitas Kompeba (Komunitas Petruk Bagong). Dalam beberapa tahun terakhir, acara ini kerap membagikan ratusan kilogram ojeg secara gratis kepada warga dan pengunjung, sebagai simbol berbagi rezeki dan syukur atas limpahan berkah

"Grebeg Ojeg adalah ungkapan rasa syukur warga Drojogan atas rezeki yang diterima sepanjang tahun. Nama “ojeg” sendiri diambil dari jajanan khas setempat—semacam cilok yang menjadi sumber penghasilan banyak warga," ujar Siti Maryati menirukan penjelasan panita ketika melakuan sosialisasi acara kepada warga.

Tak heran, di puncak acara nanti, masyarakat akan berebut gunungan berisi makanan dan hasil bumi sebagai simbol keberkahan.  “Semangatnya gotong royong dan berbagi. Semua warga ikut bantu, mulai dari menyiapkan gunungan sampai membersihkan lokasi setelah acara,” imbuhnya..

Grebeg Ojeg juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Magelang dan menjadi agenda wisata budaya tahunan. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi warga dan memperkuat identitas budaya lokal.***


 

Dilarang

Baca Juga