Gamelan Mengalun Setiap Kamis Pon di Condongcatur, Wujud Pelestarian Budaya Jawa
Wijatma T S
05 June 2025
.
Pengrawit antar kelompok menabuh gamelan. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Suasana khas budaya Jawa terasa kental setiap hari Kamis Pon di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Pada hari pasaran tersebut, masyarakat yang mengurus layanan publik di kantor kalurahan dapat menikmati alunan musik gamelan yang dibunyikan langsung oleh para pengrawit dari Paguyuban Karawitan NGESTI LARAS dan SEKAR BUDAYA secara bergiliran.
Tradisi ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal, sekaligus menambah suasana sakral dan khidmat di lingkungan pemerintahan kalurahan.
Para pengrawit memainkan gamelan perunggu, instrumen tradisional khas Jawa, sebagai bagian dari aktivitas rutin yang kini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Tujuan kami bukan hanya melestarikan seni karawitan, tetapi juga menghadirkan suasana budaya yang hidup dan membumi di lingkungan pelayanan publik,” ujar Wasana, S.H., Humas Kalurahan Condongcatur.
Ia menambahkan bahwa tradisi ini sekaligus menjadi ruang ekspresi dan edukasi budaya bagi warga.
Tak hanya itu, pada hari Kamis Pon, yang sebelumnya adalah Kamis Pahing, seluruh pelajar, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan pamong kalurahan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengenakan busana adat Jawa Jangkep Yogyakarta.
Kebijakan ini bertujuan untuk menumbuhkan penghayatan terhadap nilai-nilai luhur budaya dan semangat perjuangan bangsa.
Langkah ini juga memperkuat identitas keistimewaan Yogyakarta sebagai daerah yang memiliki akar sejarah kuat, yakni Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman, yang menjadi cikal bakal pemerintahan di DIY.
Keistimewaan ini telah diakui melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, yang menetapkan bahwa warisan budaya tersebut adalah bagian dari kekayaan bangsa.
Menurut Wasana dengan pelaksanaan rutin ini, Kalurahan Condongcatur tak hanya menjadi pusat layanan publik, namun juga menjadi ruang edukasi budaya yang menghidupkan kembali semangat etos hidup dan kerja masyarakat DIY melalui pelestarian seni tradisi.