Platinum

DPUPKP Sleman Targetkan Jalan Mantap 80 Persen, Begini Rencana Penanganan 2025–2026

Wijatma T S
09 December 2025
.
DPUPKP Sleman Targetkan Jalan Mantap 80 Persen, Begini Rencana Penanganan 2025–2026

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP, Fauzan Ma'ruf, ST, memberi keterangan kepada awak media di BKAD Sleman, Selasa (9/12). (PM-Jatmo)

Patmamedia.com (SLEMAN) — Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan pada 2025–2026. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP, Fauzan Ma'ruf, ST, di BKAD Sleman, Selasa (9/12).

Fauzan menjelaskan, saat ini Sleman memiliki 312 ruas jalan kabupaten dengan total panjang 699,50 kilometer.

Berdasarkan survei tahun 2024, kondisi jalan mantap baru mencapai 76,86 persen, sementara 23,14 persen sisanya masih dalam kondisi belum mantap, meliputi rusak ringan dan rusak berat.

Pada tahun 2025, DPUPKP mengalokasikan anggaran Rp106,67 miliar untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan serta jembatan.

Rinciannya meliputi peningkatan jalan: 10,90 km, pemeliharaan berkala/rehabilitasi: 15,65 km, pemeliharaan rutin jalan: 378 km, penggantian jembatan: 2 unit (Jembatan Tumut dan Nyamplung), pembangunan 12 gorong-gorong, dan pemeliharaan rutin 35 jembatan

“Kami bekerja agar kondisi mantap bisa naik hingga 80,83 persen dalam beberapa tahun ke depan. Peningkatan kualitas jalan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat Sleman,” kata Fauzan.

Pemeliharaan rutin dilakukan secara swakelola melalui pembagian wilayah Sleman Barat, Sleman Tengah, dan Sleman Timur, melibatkan total 143 tenaga lapangan.

Setiap wilayah mengoperasikan tim pemeliharaan jalan, bangunan pelengkap, serta jembatan dan gorong-gorong .

Fauzan juga menyebutkan, kinerja pemeliharaan didukung dua unit Asphalt Mixing Plant (AMP) dengan kapasitas produksi 25–27 ton dan 40–45 ton campuran aspal panas per hari, yang digunakan untuk pekerjaan preventif dan overlay di titik yang diperlukan .

Tantangan: Tonase Berat dan Keterbatasan Anggaran

Meski begitu, DPUPKP menghadapi beberapa kendala, terutama kerusakan akibat angkutan material yang melebihi tonase, termasuk kendaraan proyek pembangunan jalan tol.

Selain itu, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam mengejar target kondisi jalan mantap di seluruh kawasan Sleman .

“Jalan kabupaten tidak dirancang untuk lalu lintas berat. Karena itu, kami terus berkoordinasi dan mencari solusi agar penanganan kerusakan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelas Fauzan.

Pada 2026, DPUPKP telah menyiapkan rencana lanjutan, termasuk pembangunan jalan, penggantian jembatan, dan penguatan sistem pemeliharaan rutin. Tahun tersebut juga meliputi kegiatan perencanaan teknis, survei kondisi jalan-jembatan, serta pengelolaan leger jalan .

Fauzan menegaskan, upaya perbaikan infrastruktur jalan ini akan terus digencarkan demi memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Sleman.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mendorong aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (atm)*

Dilarang

Baca Juga