.
Suasana diskusi Wakil Bupati Danang Maharsa dengan Mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan UMY di Ruang Rapat Wakil Bupati Sleman
Sleman (PM) – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan ada sedikit perbedaan antara etika politik dan etika pemerintahan terlebih dalam realitanya. Hal tersebut diungkapkan saat dia berbagi pengalaman sebagai orang nomor 2 di Sleman kepada sejumlah Mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakata (UMY) di Ruang Rapat Wakil Bupati Sleman, Kamis (13/1).
Acara tersebut merupakan kuliah lapangan yang dipimpin Dosen Pembimbing Etika Politik Pemerintahan Zuly Qodir yang diisi dengan diskusi praktis tentang pemerintah dan isu-isu terkini di Kabupaten Sleman. Sekaligus untuk memberikan gambaran secara langsung apa yang telah dipelajari dalam mata kuliah dengan realita di lapangan.
Dalam diskusi Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menceritakan kiprahnya baik di bidang politik maupun di pemerintahan. Selain berbagi pengalaman, pada kesempatan tersebut Danang juga mendorong mahasiswa untuk berperan dalam mendukung program pembangunan pemerintah.
"Pengalaman adalah guru terbaik kita. Oleh karena itu selama kuliah mulailah teman-teman semua mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Pemerintah Kabupaten Sleman akan sangat mendukung," ucap Danang.
Menurut Danang, keterlibatan akademisi dalam pembangunan di daerah perlu dimaksimalkan. Tidak hanya dibidang pendidikan, tetapi juga di berbagai sektor. Danang menyebut dengan terlibatnya akademisi, mahasiswa memiliki ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatnya untuk membangun daerah.
Danang menuturkan adanya sinergi antara pemerintah, Akademisi dan berbagai pihak lainnya akan menjadi kekuatan dalam keberhasilan pembangunan di suatu wilayah.
Pada pertemuan tersebut turut hadir Asisten Sekretaris Daerah Bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Aji Wulantara dan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Sleman, Wildan Solihin yang berkesempatan berdiskusi secara langsung bersama dengan mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan UMY.***