.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya (tengah) diterima Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo (kiri) membicarakan nasib transmigran di Desa Laikandonga dan UPT Tolihe. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Permasalahan belum terpenuhinya hak-hak transmigran asal Sleman di Kabupaten Konawe Selatan mendapat perhatian serius dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Dalam kunjungan langsung ke lokasi permukiman transmigrasi, Harda menegaskan perlunya solusi konkret yang melibatkan dua pemerintah daerah.
Bupati Harda bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMK-KC) DIY, KPH. Yudanegara dan jajarannya, tiba di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (13/7), untuk melakukan pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (14/7).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari keluhan transmigran asal Sleman yang mengaku belum menerima haknya sesuai perjanjian dalam program transmigrasi. Hal itu diungkapkan oleh Moh Dakir, Ketua Paguyuban Transmigran di Unit Pemukiman Transmigran (UPT) Tolihe, saat ditemui langsung oleh Bupati Sleman di Desa Laikandonga dan UPT Tolihe.
“Ya kami baru menerima yang pekarangan (tempat tinggal), untuk yang lahan garapan, kami semua belum menerima sedikit pun sesuai yang dijanjikan di awal,” ungkap Dakir.
Merespons hal itu, Bupati Sleman menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terus berlarut. Ia secara resmi menyerahkan surat dari Pemkab Sleman kepada Bupati Konawe Selatan yang berisi permintaan penyelesaian segera atas permasalahan tersebut.
“Saya harap ada upaya konkret yang komprehensif untuk merumuskan solusi bagi transmigran di Konawe Selatan. Ini sudah lama sekali. Ini secara resmi juga saya serahkan surat Pemerintah Kabupaten Sleman kepada Bupati Konawe Selatan yang meminta agar permasalahan ini dapat diselesaikan sesegera mungkin,” tegas Harda.
Pertemuan dua pemerintah daerah itu menghasilkan beberapa opsi solusi yang akan dikaji lebih lanjut dan dikonsultasikan dengan Kementerian Transmigrasi.
Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, dalam pertemuan itu juga menyampaikan komitmen pihaknya untuk mencari solusi bersama.
“Kami memberikan atensi terhadap permasalahan transmigran ini. Dan bersama Pemerintah Kabupaten Sleman kami siap mencarikan solusi-solusi terbaik bagi transmigran sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada di sini,” ujar Irham.
Senada dengan itu, KPH. Yudanegara menambahkan bahwa Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta juga memberi perhatian atas kasus ini, dan akan segera melaporkannya kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
“Transmigrasi merupakan salah satu upaya mengatasi permasalahan kependudukan yang ada. Apa yang terjadi di Konawe Selatan ini tentu saja akan saya laporkan kepada Sri Sultan,” jelas Yudanegara.(atm)*