Berbekal Juara 1 PKK DIY, Kader Condongcatur Serap Inovasi Urban Farming di Bandung
Wijatma T S
31 January 2026
.
TP PKK Condongcatur studi tiru urban farming PKK perkotaan di Bandung. (PM-Was)
Patmamedia.com (BANDUNG) – Prestasi sebagai Juara 1 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Tertib Administrasi PKK Tingkat DIY Tahun 2025 menjadi modal penting bagi TP PKK Kalurahan Condongcatur untuk melangkah lebih jauh.
Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Studi Tiru ke Kelurahan Kebon Pisang, Kota Bandung, Kamis (29/1/2026), kader PKK Condongcatur memfokuskan pembelajaran pada inovasi urban farming dan pemberdayaan masyarakat perkotaan.
Bertempat di Ballroom Vasaka Maison Hotel Bandung, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus penyegaran semangat di awal tahun 2026.
Urban farming dipilih sebagai salah satu fokus utama karena dinilai relevan untuk diadaptasi di Condongcatur, wilayah padat penduduk dengan keterbatasan lahan namun memiliki potensi kuat pada ketahanan pangan keluarga.
Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari TP PKK Kabupaten Sleman, TP PKK Kapanewon Depok, pengurus TP PKK Kalurahan Condongcatur, perwakilan TP PKK padukuhan, serta lurah dan pamong mengikuti kegiatan ini.
Sinergi lintas jenjang tersebut memperkuat arah pembinaan agar hasil studi tiru dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata.
Kasi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Kebon Pisang Kota Bandung, Fahrul Muhammad Arif, S.I.P, memaparkan praktik urban farming yang dikelola kader PKK setempat.
Pemanfaatan lahan sempit, halaman rumah, hingga ruang publik menjadi kebun produktif yang tidak hanya mendukung kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Urban farming menjadi salah satu cara efektif memperkuat ketahanan pangan keluarga di wilayah perkotaan sekaligus ruang pemberdayaan kader PKK,” jelas Fahrul.
Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur, Dewi Nurlaila, S.Pd, menyampaikan, pembelajaran ini akan menjadi referensi penting dalam pengembangan program PKK ke depan, terutama dalam memadukan ketahanan pangan, kreativitas kader, dan partisipasi masyarakat.
“Pengalaman dan praktik baik yang kami lihat di Kebon Pisang akan kami pelajari dan sesuaikan dengan kondisi Condongcatur agar program PKK semakin berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP, menilai inovasi urban farming PKK perkotaan dapat menjadi inspirasi bagi Condongcatur untuk mengembangkan program berbasis lingkungan dan keluarga.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, sebelum ditutup dengan foto bersama sebagai simbol penguatan jejaring antarkedua wilayah.
Rangkaian agenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan refresing ke kawasan Ciwidey, Bandung Selatan, pada Jumat (30/1/2026), sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pengurus TP PKK Kalurahan Condongcatur.
Diharapkan, hasil studi tiru ini dapat ditindaklanjuti menjadi program urban farming PKK Condongcatur yang berkelanjutan dan mampu memperkuat ketahanan pangan serta kesejahteraan keluarga di tingkat kalurahan. (atm)