Platinum

Bedah Buku 'The Butterfly Effect' di Condongcatur Dorong Generasi Muda Menebar Kebaikan

Wijatma T S
12 August 2025
.
Bedah Buku 'The Butterfly Effect' di Condongcatur Dorong Generasi Muda Menebar Kebaikan

Peserta bedah buku sangat antusias menyimak ulasan para narasumber. (PM-atm)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menggelar bedah buku The Butterfly Effect: Kepakan Sayap Kebaikan di Setiap Detak Kehidupan karya Cahyadi Takariawan, Selasa (12/8/2025) di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok. 

Acara ini menjadi bagian dari upaya mendorong budaya gemar membaca sekaligus menanamkan semangat berbuat baik di tengah masyarakat.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Ali Imron, S.Pd., anggota DPRD Kabupaten Sleman, serta Ida Nur Laila, S.Si.Apt., penulis sekaligus konselor. Sebanyak 50 peserta hadir, mayoritas generasi muda dari Condongcatur (82%), sisanya dari Caturtunggal dan Maguwoharjo. Peserta terdiri dari mahasiswa, wiraswasta, ibu rumah tangga, dan masyarakat umum.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan, Ch. Rini Puspitasari, SP., M.Si., menjelaskan kegiatan ini merupakan bedah buku ke-11 dari 19 kegiatan yang dijadwalkan sepanjang 2025.

“Kami mengundang masyarakat agar tahu bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan adalah penerbit pemerintah yang menerbitkan buku-buku kekhasan Sleman. Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan perpustakaan untuk pembelajaran sepanjang hayat, sejalan dengan visi misi Bupati Sleman membangun manusia produktif, berkualitas, dan berkepribadian,” ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Dra. Shavitri Nurmala Dewi, MA, menegaskan isi buku ini diharapkan menginspirasi perubahan kecil yang berdampak besar.

“Tahun 2024 kami menerbitkan buku Sleman Memang Beda, dan tahun ini sedang menyusun buku PSS. Kami ingin peserta mengajak masyarakat lain untuk gemar membaca dan memanfaatkan layanan perpustakaan,” tuturnya.

Lurah Condongcatur, Dr. H. Reno Candra Sangaji, S.IP., MIP., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini di wilayahnya.

“Literasi tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan empati dan semangat berbuat baik,” katanya.

Ali Imron mengaitkan literasi dengan upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif, seperti peredaran minuman keras.

“Regenerasi sehat dan unggul hanya tumbuh dalam lingkungan bebas candu. Perlu pengalihan pemikiran lewat bacaan bermutu,” tegasnya.

Sementara Ida Nur Laila mengulas makna kebaikan yang menjadi inti buku The Butterfly Effect.

“Setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan berdampak besar. Kebahagiaan punya tiga kunci: spiritual, sosial, dan mental,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan dan pandangan dari peserta. Harapannya, kegiatan literasi semacam ini terus berlanjut di seluruh wilayah Sleman, memperkuat budaya membaca sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (atm)

Dilarang

Baca Juga