Atas Nama Pengabdian, Susilawati Susmono Siap Gelar Pameran di Museum Sonobudoyo
Nadi Mulyadi
16 May 2025
.
Para pengunjung museum mendapat penjelasan ttg koleksi karya Hj. Susilawati Susmono (Foto: Istimewa).
Patmamedia.com (Sleman) -- Budayawan multitalenta Hj. R.Ngt. Susilawati Susmono akan menggelar pameran tunggal di Museum Sonobudoyo Yogyakarta pada Agustus 2025 mendatang. Pameran ini akan menampilkan sekitar 3.000 karya pilihan dari total 8.052 karya yang telah ia hasilkan sejak tahun 1999. Agenda ini bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-59 serta HUT ke-54 Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Saat ini panitia masih intens melakukan rapat bersama Ketua Barahmus DIY, dan sudah 25 persen karya yang dikurasi,” ujar Ki Bambang Widodo, Penanggung Jawab Museum Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono (SHK-SS), usai rapat persiapan di Aula SHK-SS, Selasa (13/4/2025).
Seiring persiapan pameran, Susilawati juga tengah menyusun museum virtual untuk seluruh 8.052 karyanya. Proyek ini akan dirilis melalui kanal YouTube Susilawati Susmono Official (@susilawatisusmonoofficial) pada 1 Mei 2025. Selain itu, direncanakan pula peluncuran majalah cetak sebagai media dokumentasi dan informasi kegiatan menjelang pameran tunggal ketiganya tersebut.
Menurut Ki Bambang, karya-karya yang akan dipamerkan mencakup buku dan tulisan intelektual, tari, batik, sastra, video musik, lagu, serta lukisan. Seluruh karya itu memuat ajaran-ajaran luhur kehidupan berdasarkan pemikiran Susilawati. Pameran ini akan dikurasi langsung oleh Ketua Barahmus DIY, Ki Hajar Pamadhi.
Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan (YRI), Ir. Hj. Sandra Rina Sahelangi, MBA, yang membawahi Museum SHK-SS, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan respons atas tingginya antusiasme peserta kuliah umum Barahmus DIY saat Ramadan 1446 H lalu.
“Minat para peserta terhadap ajaran Serat Holistik Kehidupan yang digagas Ibu Susilawati sangat tinggi. Mereka ingin mengenal lebih dalam gagasan-gagasan beliau,” ujar Sandra.
Pameran kali ini akan mengangkat tema Hamemayu Hayuning Sarira, yang bermakna "memperindah diri", sebagai salah satu tahapan penting dalam pendidikan menurut ajaran Ki Hadjar Dewantara. Susilawati sendiri menyatakan bahwa pemikiran Ki Hadjar Dewantara sangat memengaruhi karya-karyanya.
“Pameran ini menjadi sumbangsih pemikiran saya yang terdokumentasi dalam Jurnal Ilmiah Holistik Kehidupan. Penelitian dan pengabdian ini saya lakukan bertahun-tahun dengan biaya sendiri. Kita perlu kembali menghayati makna pendidikan murni sebagai tujuan hidup luhur manusia. Jangan sampai estafet pendidikan bangsa tercoreng oleh ego pribadi,” tegas Susilawati.
Pameran di Museum Sonobudoyo ini menjadi pameran tunggal ketiga Susilawati, setelah sebelumnya digelar pada 2019 di Jogja Gallery dan pada 2021 di Galeri Susilawati Bangka.***