.
Tim SAR gabungan tengah mencari korban laka laut. (PM-ist)
Patmamedia.com (BANTUL) – Peristiwa nahas terjadi di Pantai Goa Cemara, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Minggu (5/7/2026) siang. Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hanyut setelah terseret ombak besar, sementara adiknya berhasil diselamatkan sang ayah.
Korban diketahui berinisial MBR (8), warga Kapanewon Banguntapan, Bantul. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.27 WIB. Saat itu MBR bersama adiknya, MBS (5), baru selesai mencari kepiting di sekitar pantai. Keduanya kemudian menuju bibir pantai untuk mencuci tangan dan kaki.
Namun secara tiba-tiba, ombak besar datang dari arah samping dan langsung menyeret kedua anak tersebut ke laut.
Sang ayah, WTW (41), yang berada tidak jauh dari lokasi, berusaha menyelamatkan keduanya.
Meski sempat berjuang mengejar anak-anaknya, WTW hanya berhasil menarik dan menyelamatkan MBS. Sementara MBR terbawa arus dan menghilang dari pandangan.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Informasi itu diteruskan kepada petugas MARNIT Kuwaru, tim SAR gabungan, serta Linmas Wilayah IV untuk segera melakukan operasi pencarian.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, personel gabungan langsung diterjunkan untuk menyisir area pantai dan perairan sekitar lokasi korban dilaporkan hanyut.
"Benar telah terjadi kejadian terseret arus di Pantai Goa Cemara hari ini. Seorang anak berusia 8 tahun dikabarkan hanyut, sedangkan adiknya berhasil diselamatkan oleh ayahnya. Saat ini tim gabungan dari Polres Bantul, Polsek Sanden, SAR, Pokdarwis, dan warga sekitar terus melakukan pencarian secara intensif di sepanjang garis pantai dan perairan sekitar," ujar Hidayanto.
Ia mengimbau seluruh wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak bermain air terlalu jauh dari bibir pantai.
"Kami mengingatkan agar pengunjung tidak bermain air terlalu jauh ke tengah, terutama saat air sedang pasang. Orang tua wajib mengawasi anak-anak mereka agar terhindar dari bahaya arus. Kami berharap proses pencarian dapat segera menemukan korban dalam keadaan selamat," pungkasnya.
Hingga Minggu sore, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan gelombang laut. (wag)