.
Komunitas Jogo Kali tengah giat membersihkan sampah di sungai pelang. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Semangat gotong royong kembali menguat di Padukuhan Gandok, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Sebanyak 130 peserta mengikuti Giat Bersih Sungai Pelang yang digelar Minggu (5/7/2026) sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi menjaga sungai dari ancaman sampah dan pencemaran.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 10.30 WIB ini diprakarsai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman bersama Forum Komunitas Peduli Sungai JOGO KALI Gandok Pandean.
Aksi tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Kapanewon Depok, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Komunitas Peduli Sungai GIRLI Padukuhan Santren, kader perempuan, pemuda, dan masyarakat setempat.
Peserta memulai kegiatan dengan membersihkan sampah di sepanjang aliran Sungai Pelang yang selama ini menjadi salah satu titik rawan penumpukan sampah kiriman saat musim hujan.
Setelah kerja bakti, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan membahas pelestarian sungai, penanganan sampah dan limbah, pencegahan erosi, hingga penguatan sinergi antara masyarakat dan pemerintah.
Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman, Sri Restuti, ST., M.Eng., menegaskan sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.
"Sungai merupakan sumber air sekaligus penyangga ekosistem. Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri tidak membuang sampah ke sungai, melakukan penghijauan di bantaran, memperkuat tebing yang rawan longsor, serta segera melaporkan apabila menemukan pencemaran lingkungan melalui DLH maupun layanan Lapor Sleman agar dapat segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Ia menambahkan, pengendalian pencemaran sungai tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Menurutnya, kolaborasi masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan lintas instansi menjadi kunci agar pengelolaan sungai berjalan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok, Deni Irwandi, SE., Ak., menilai keberhasilan menjaga sungai sangat bergantung pada komunikasi dan koordinasi seluruh pihak.
"Persoalan sampah dan limbah di sungai merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan koordinasi yang solid antara masyarakat, Jawatan Kemakmuran Kapanewon, Satpol PP, pemerintah kalurahan, serta instansi terkait agar pengawasan terhadap kebersihan sungai berjalan optimal," katanya.
Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, S.IP., M.AP., memberikan apresiasi atas tumbuhnya gerakan masyarakat yang secara sukarela menjaga Sungai Pelang.
Menurutnya, Forum JOGO KALI menjadi wadah strategis untuk mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi dengan pemerintah, sekaligus menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan.
Ia juga mendorong agar kepengurusan forum segera memiliki legalitas melalui Surat Keputusan Kalurahan.
Sementara itu, Ulu-Ulu Kalurahan Condongcatur, Murgiyanta, SE., menekankan pentingnya membangun budaya menjaga sungai setiap hari, bukan hanya melalui kegiatan bersih-bersih yang bersifat insidental.
Dalam sesi dialog, Ketua Komunitas JOGO KALI Pelang Gandok, Ismanto, menyampaikan aspirasi warga terkait kebutuhan pembangunan bronjong dan penguatan tebing sungai yang rawan longsor ketika debit air meningkat.
Menanggapi hal tersebut, pihak DLH menjelaskan, usulan bantuan material bronjong maupun batu dapat diajukan kepada perangkat daerah yang membidangi sumber daya air melalui berbagai skema pembiayaan, seperti APBKal, program pemerintah, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), maupun Tim Koordinasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TCSP) Kabupaten Sleman.
Selain persoalan tebing sungai, warga juga menyoroti masih adanya oknum yang membuang sampah dan limbah usaha ke aliran Sungai Pelang.
Pemerintah mengimbau masyarakat mengedepankan pendekatan persuasif, mendokumentasikan dugaan pelanggaran, kemudian melaporkannya kepada pemerintah kalurahan, Satpol PP, maupun melalui layanan Lapor Sleman untuk ditindaklanjuti sesuai aturan.
Dukuh Gandok, Supriyono Atmojo, berharap gerakan peduli sungai dapat terus berlanjut dan menjadi budaya masyarakat.
"Semoga gerakan peduli sungai ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi menjadi budaya masyarakat. Sungai yang bersih akan menciptakan lingkungan yang sehat, mengurangi risiko banjir, serta menjadi warisan yang baik bagi anak cucu kita," ungkapnya.
Berdasarkan hasil diskusi, dua persoalan utama yang menjadi perhatian bersama ialah banyaknya sampah kiriman dari wilayah hulu saat banjir serta masih ditemukannya pembuangan sampah dan limbah oleh oknum pelaku usaha di beberapa titik sepanjang Sungai Pelang.
Melalui gerakan JOGO KALI, masyarakat Gandok tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.