.
GKBRAA Paku Alam X usai acara, foto bersama sebagian peserta. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Kegiatan Pelatihan Penggiat “Kalurahan Bersih Narkoba” atau Desa Bersinar resmi ditutup pada Selasa (3/6) di Kalurahan Condongcatur, Sleman.
Penutupan dilakukan Ketua BK3S DIY, GKBRAA Paku Alam X, disaksikan perwakilan dari BNNP DIY, Polda, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, serta para pemangku kepentingan dan peserta dari lima kabupaten/kota se-DIY.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi multipihak antara BK3S, BNNP DIY, Polda DIY, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, CSR Bank BPD DIY, serta Kalurahan Condongcatur.
Selama tiga hari pelatihan yang digelar pada 28 Mei serta 2–3 Juni 2025, para peserta mendapatkan materi intensif tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba (P4GN).
Sebanyak 10 kalurahan dari lima wilayah se-DIY ambil bagian dalam pelatihan ini.
Dari 70 peserta yang ditargetkan, tercatat total kehadiran mencapai 163 orang selama tiga hari.
Kalurahan yang mencatat kehadiran penuh selama tiga hari di antaranya Condongcatur (Sleman), Terong (Bantul), dan Panjatan (Kulon Progo).
Sementara itu, Kalurahan Wonosari (Gunungkidul) tercatat tidak mengirimkan peserta.
Dalam sambutannya, GKBRAA Paku Alam X menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem pertahanan sosial masyarakat dari ancaman narkoba.
“Saya percaya bahwa perubahan sejati dimulai dari bawah. Dari kelurahan dan komunitas, kita bisa menumbuhkan budaya tolak narkoba yang kokoh,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya tindak lanjut nyata. “Kami mengamanatkan kepada seluruh kelurahan peserta untuk segera membentuk Satgas Anti Narkoba di tingkat kalurahan dan menyampaikan SK-nya ke BK3S DIY sebagai bagian dari sistem monitoring,” tegasnya.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Umum BK3S DIY, GKR Hemas, dan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta.
Panitia mencatat, seluruh materi pelatihan telah tersampaikan dengan baik sesuai rencana.
Sekretaris Umum BK3S, Dr. Sugiyanto, S.Sos., M.M., menyampaikan harapan agar ilmu dan keterampilan yang didapat selama pelatihan bisa diaplikasikan di lingkungan masing-masing.
“Kelurahan bersih, generasi muda sehat, masyarakat nyaman,” ujarnya menutup laporan kegiatan.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor, gerakan Kalurahan Bersinar diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan DIY yang sehat, aman, dan bermartabat.