Platinum

Operasi Patuh Progo 2026 Dimulai, 150 Personel Siap Tindak Pelanggar di Bantul

Wagino
26 October 2026
.
Operasi Patuh Progo 2026 Dimulai, 150 Personel Siap Tindak Pelanggar di Bantul

150 personel disiagakan untuk Operasi Patuh Progo 2026. (PM-ist)

Patmamedia.com, BANTUL – Polres Bantul mengerahkan 150 personel untuk menertibkan pengguna jalan melalui Operasi Patuh Progo 2026. 

Operasi yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, ini menyasar peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Progo 2026 di halaman Mapolres Bantul, Senin (26/10/2026). 

Apel tersebut melibatkan unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan PMI.

Bayu mengatakan apel gelar pasukan menjadi pengecekan akhir kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung sebelum operasi dimulai.

"Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai pengecekan akhir terhadap kesiapan personel berikut kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan optimal sesuai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan," kata Bayu.

Meski angka kecelakaan lalu lintas di Bantul sedikit menurun, pelanggaran di jalan raya masih menjadi perhatian kepolisian.

Berdasarkan analisis dan evaluasi Satlantas Polres Bantul, tercatat 2.234 kecelakaan lalu lintas pada 2024. Jumlah itu turun menjadi 2.230 kejadian pada 2025, berkurang empat kejadian atau sekitar 0,2 persen.

Sementara itu, sepanjang 2025 tercatat 4.571 pelanggaran lalu lintas di wilayah Bantul. 

Pelanggaran didominasi pengendara sepeda motor, antara lain tidak memakai helm standar, kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), melawan arus, dan menggunakan knalpot brong.

Untuk menekan pelanggaran tersebut, polisi akan mengedepankan penindakan melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), serta memberikan teguran secara simpatik kepada pengguna jalan yang melanggar aturan.

"Pada Operasi Patuh Progo 2026, penindakan dilakukan menggunakan metode elektronik atau ETLE serta teguran secara simpatik terhadap pengguna jalan yang melakukan pelanggaran lalu lintas," ujar Bayu.

Operasi Patuh Progo 2026 mengusung tema Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.

Pelaksanaannya mengutamakan langkah preventif atau pencegahan sebesar 50 persen, kegiatan preemtif atau edukasi sebesar 20 persen, serta penegakan hukum sebesar 30 persen.

Bayu meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab. 

Ia juga mengingatkan anggotanya agar menjaga sikap serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat.

"Persiapkan dan rencanakan setiap kegiatan dengan teliti, terukur, dan penuh rasa tanggung jawab. Laksanakan pengawasan, pengendalian, serta evaluasi agar tidak terjadi komplain dari masyarakat," tegasnya.

Selain itu, personel diminta mempublikasikan kegiatan positif selama operasi berlangsung. 

Kepolisian juga menekankan pentingnya penerapan buddy system, yakni sistem bertugas berpasangan untuk meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan anggota di lapangan.

Melalui Operasi Patuh Progo 2026, Polres Bantul berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Dengan begitu, pelanggaran dapat ditekan dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin. (Wag)

Dilarang

Baca Juga