Platinum

Bukan Sekadar Karnaval, TCC Taskombang Satukan Warga Lewat Tradisi Ritus Kapidulur

Ipong Suhardiyanto
01 November 2026
.
Bukan Sekadar Karnaval, TCC Taskombang Satukan Warga Lewat Tradisi Ritus Kapidulur

Ritus di batu purba di desa klenisan. (PM-ist)

Patmamedia.com, KLATEN – Semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya mewarnai gelaran Taskombang Culture Carnival (TCC) 2026 yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Oktober 2026, di Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Salah satu tradisi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Ritus Kapidulur, yakni tradisi makan bersama dengan melibatkan warga dari berbagai RT. Masing-masing RT membawa tumpeng dan aneka hidangan untuk dinikmati bersama.

Bukan sekadar kegiatan makan bersama, Ritus Kapidulur memiliki makna mendalam sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus simbol persaudaraan, kerukunan, dan kebersamaan masyarakat. Warga desa maupun masyarakat dari luar desa turut membaur dalam suasana penuh keakraban.

Taskombang Culture Carnival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan setiap tahun selama dua hari. Kegiatan ini bertujuan memperkuat tali silaturahmi serta meningkatkan kerukunan antarwarga. Selain itu, TCC menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus wadah untuk mengembangkan dan mengapresiasi potensi seni budaya desa.

Pencetus gagasan TCC sekaligus Ketua Penyelenggara, Abimanyu Prasastia Perdana, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut berawal dari gagasan untuk menghadirkan sebuah ruang kebersamaan yang mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Melalui TCC, masyarakat diberikan kesempatan untuk berkreasi, menghadirkan inovasi baru, serta menunjukkan potensi seni dan budaya yang dimiliki. Dengan demikian, seluruh unsur masyarakat dapat mengambil bagian dalam membangun dan mengembangkan potensi desa.

Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan dari perangkat desa dan masyarakat. Kolaborasi berbagai elemen inilah yang menjadi kekuatan utama terselenggaranya TCC sebagai agenda budaya tahunan Desa Taskombang.

Lurah Taskombang, H. Aris Sumarno, S.Sos., turut mendukung kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat tersebut. Keterlibatan pemerintah desa, panitia, dan warga menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi serta mengembangkan potensi lokal.

Memasuki hari kedua, kemeriahan TCC 2026 semakin terasa dengan digelarnya iring-iringan Lembu Nirmala. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari daya tarik karnaval sekaligus menambah semarak perayaan budaya masyarakat Taskombang.

Melalui TCC 2026, masyarakat Taskombang menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tentang mempertahankan kesenian atau menggelar pertunjukan. Lebih dari itu, budaya juga menjadi sarana membangun hubungan sosial, memperkuat gotong royong, dan merawat persaudaraan.

Tradisi Ritus Kapidulur menjadi gambaran nyata bahwa kebersamaan masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat. Sebab, kemeriahan sebuah karnaval akan berlalu, tetapi nilai persaudaraan dan kerukunan yang dibangun di dalamnya diharapkan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)

Dilarang

Baca Juga