Platinum

Ayub Supranggono Raih Nilai 92, Lolos Seleksi Dukuh Brengosan

Wijatma T S
20 October 2026
.
Ayub Supranggono Raih Nilai 92, Lolos Seleksi Dukuh Brengosan

Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko(tengah), menerima penyerahan hasil seleksi didampingi Carik Anang Patri. (PM-ist.)

Patmamedia.com, SLEMAN – Ayub Supranggono meraih nilai tertinggi 92,00 dalam seleksi pengangkatan Dukuh Brengosan, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (19/10/2026). 

Hasil seleksi diumumkan secara terbuka di hadapan jajaran pemerintah kalurahan dan tokoh masyarakat.

Seleksi yang berlangsung pukul 08.40 hingga 14.30 WIB itu digelar di Joglo Emge, rumah warga yang juga merupakan kediaman mantan dukuh di Padukuhan Brengosan. 

Pemilihan lokasi di tengah permukiman warga menjadi bagian dari upaya pemerintah kalurahan menjaga keterbukaan proses seleksi.

Berdasarkan rekapitulasi nilai akhir, Ayub menempati peringkat pertama dengan nilai 92,00. 

Posisi kedua diraih Syarif Nur Hidayat dengan nilai 88,10, disusul Yumna Hanifah dengan nilai 83,20 dan Aji Sadewa dengan nilai 49,50.

Nilai akhir merupakan akumulasi hasil ujian serta tambahan poin dari bobot lokalitas dan pengabdian.

Proses seleksi melibatkan tim independen dari Laboratorium Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). 

Para peserta menjalani sejumlah ujian untuk mengukur kemampuan dasar, keterampilan teknis, hingga kecakapan berkomunikasi di depan publik.

Materi ujian meliputi tes kemampuan dasar melalui Computer Assisted Test (CAT), praktik penggunaan Microsoft Word dan Excel, serta simulasi komunikasi publik.

Dalam sesi komunikasi publik, peserta diminta berpidato menggunakan bahasa Jawa dengan tema gotong royong. 

Mereka juga harus mempresentasikan rencana kerja 100 hari serta mengikuti simulasi memimpin rapat untuk menangani persoalan sampah.

Rangkaian ujian tersebut dirancang untuk mengukur kesiapan peserta dalam menjalankan tugas pemerintahan dan melayani kebutuhan masyarakat di tingkat padukuhan.

Koordinator Dewan Penguji dari UMY, Helen Dian Fridayani, menjelaskan hasil ujian setiap peserta secara terbuka sebelum berkas hasil seleksi diserahkan secara resmi.

Pemaparan tersebut disaksikan Panewu Ngaglik, Lurah Donoharjo, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), panitia seleksi, serta tokoh masyarakat.

“Seleksi merupakan proses penilaian kompetensi yang pada akhirnya menentukan satu peserta terpilih. Namun, bagi peserta yang belum memperoleh nilai tertinggi tetap memiliki kesempatan luas untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui jalur pengabdian lainnya,” ujar Helen.

Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko menegaskan, pelaksanaan ujian di tengah permukiman warga merupakan ikhtiar pemerintah kalurahan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan, sejak awal hingga pengumuman hasil.

Ia juga mengajak seluruh pihak menerima hasil seleksi dengan lapang dada dan menjaga kerukunan warga setelah proses pemilihan selesai.

“Silakan luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar. Jika ada kecurigaan, ghibah, dan fitnah, itu tidak baik. Hendaknya semua bersemangat dan ikhlaskan niat untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” tutur Hadi.

Sementara itu, Panewu Ngaglik, Edi Wibowo, mengapresiasi pelaksanaan ujian yang memanfaatkan rumah warga sebagai lokasi seleksi.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi catatan baru dalam tata kelola pemerintahan kalurahan yang mengedepankan prinsip keadilan, keterbukaan, dan akuntabilitas.

Dengan berakhirnya proses seleksi, masyarakat Brengosan diharapkan dapat terus menjaga kerukunan dan mendukung kepemimpinan dukuh terpilih. Keterbukaan dalam proses seleksi diharapkan menjadi modal awal bagi Ayub Supranggono untuk membangun kepercayaan serta memberikan pengabdian terbaik kepada warga. (atm)

Dilarang

Baca Juga