.
Para alumni ketika berfoto di Kotagede. (PM-dok. Pribadi)
Patmamedia.com (YOGYAKARTA) — Puluhan tahun boleh berlalu, tetapi persahabatan ternyata tak lekang oleh waktu. Itulah suasana yang terasa ketika sekitar 80 alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) angkatan 1987 kembali berkumpul dalam Reuni Akbar bertajuk “Guyub Rukun Seduluran Sak Lawase”.
Reuni yang digelar di Queen of the South Beach Resort, Parangtritis, Yogyakarta, Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober 2026, menjadi momentum istimewa bagi para alumni untuk kembali bertemu setelah sekian lama menjalani kehidupan dan kesibukan masing-masing.
Bukan sekadar temu kangen, reuni tersebut juga membawa pesan kepedulian. Para alumni mengisinya dengan kegiatan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada panti asuhan.
Sejak Sabtu pagi, rangkaian kegiatan sudah dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Para alumni terlebih dahulu berkumpul di Kotagede untuk melakukan sesi foto bersama dengan mengenakan busana adat Jawa khas Yogyakarta.
Dari Kotagede, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Queen of the South Beach Resort untuk mengikuti acara seremonial reuni.
Begitu bertemu, suasana pun berubah menjadi penuh kehangatan. Tawa dan haru bercampur menjadi satu. Ada yang sibuk berfoto, bercanda, hingga bernostalgia mengenang masa-masa ketika masih menjadi mahasiswa FH UII.
Wajah-wajah yang dahulu setiap hari bertemu di lingkungan kampus kini kembali hadir dalam satu ruangan. Perubahan usia dan perjalanan hidup selama puluhan tahun justru membuat pertemuan terasa semakin bermakna.
Ketua Panitia Reuni, Basis Purnomo, SH., MM., mengatakan reuni tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang bernostalgia.
Menurut dia, pertemuan para alumni juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi almamater maupun masyarakat.
“Kami ingin momen pertemuan ini membawa manfaat. Untuk itu nanti kita akan memberi santunan ke Panti Asuhan, setelah acara ini selesai,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu warna penting dalam reuni. Setelah puluhan tahun menempuh perjalanan masing-masing, para alumni memilih menjadikan kebersamaan sebagai kesempatan untuk berbagi.
Guyub Tak Berhenti di Nostalgia
Rangkaian reuni berlanjut pada hari kedua. Para alumni mengawali kegiatan dengan senam pagi, kemudian dilanjutkan berbagai permainan atau game yang semakin mencairkan suasana.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali menikmati kebersamaan tanpa sekat. Canda dan tawa kembali pecah ketika mereka mengikuti permainan bersama.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah. Suasana semakin meriah dengan penampilan musik dan vokal yang dibawakan oleh para peserta reuni.
Bagi alumni FH UII angkatan 1987, reuni ini bukan sekadar mencatat pertemuan kembali setelah puluhan tahun. Lebih dari itu, “Guyub Rukun Seduluran Sak Lawase” menjadi pengingat bahwa ikatan persahabatan yang dibangun sejak bangku kuliah masih bisa dirawat hingga hari ini.
Dan ketika pertemuan itu sekaligus melahirkan kepedulian kepada sesama, nostalgia pun memiliki makna yang lebih panjang: berkumpul untuk mengingat masa lalu, berbagi di masa kini, dan menjaga persaudaraan untuk selamanya. (*)