.
Kader DASHAT di dapur warga Sanggrahan Condongcatur. (PM-ist.)
SLEMAN – Berawal dari dapur rumah warga di Padukuhan Sanggrahan, Condongcatur, 11 kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) bekerja selama 120 hari menyiapkan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. Mereka mengolah bahan pangan lokal menjadi beragam menu bergizi, mengemasnya, lalu mendistribusikannya kepada keluarga penerima manfaat.
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal melalui Puskesmas Depok II ini berlangsung pada 17 Juni hingga 14 Oktober 2026. Rumah Ponirah di Sanggrahan RT 08, sebelah selatan Jalan Ring Road, menjadi pusat produksi sekaligus pengemasan makanan sebelum didistribusikan ke empat daerah binaan.
Ketua DASHAT Condongcatur, Tatik Sukarsih, A.Md., mengatakan pelaksanaan program membutuhkan kerja sama seluruh kader. Setiap tahapan harus dilakukan secara terencana, mulai dari menyiapkan bahan, memasak sesuai menu, mengemas, hingga mengantarkan makanan kepada penerima manfaat.
“Bukan sekadar memasak, kami juga harus memastikan menu sesuai ketentuan, dikemas dengan baik, dan sampai kepada sasaran. Semua membutuhkan kerja sama dan tanggung jawab,” ujar Tatik.
Tiga kader, yakni Ponirah, Tursilowati, dan Sutrini, bertanggung jawab mengolah makanan dengan pendampingan tenaga gizi Puskesmas Depok II. Kader lainnya membantu pengemasan, distribusi, serta koordinasi dengan keluarga penerima manfaat.
Bahan yang digunakan beragam, mulai dari telur, ayam, ikan, susu, sayuran, hingga buah-buahan. Bahan pangan tersebut diolah menjadi berbagai menu agar makanan tambahan tidak monoton, tetapi tetap mengikuti susunan menu dan ketentuan gizi program.
Beberapa menu yang disiapkan antara lain puding jagung susu keju dengan nugget ayam, martabak ayam, siomay talam, bolu keju dengan tempura ikan, dimsum ayam dan gurame, hingga bakso ikan.
Tim DASHAT juga menyediakan makanan lengkap berupa nasi, tumis sayuran, rolade ayam, tahu sakura, dan buah.
Pelaksanaan program didampingi dua tenaga gizi Puskesmas Depok II, Winariyanti, A.Md.Gz., dan Dwi Anisa Purnamasari, S.Tr.Gz. Pendampingan ini membantu memastikan pengolahan makanan mengikuti ketentuan teknis yang ditetapkan.
Tatik berharap pengalaman selama program dapat menambah keterampilan kader sekaligus menginspirasi keluarga untuk memanfaatkan pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.
Program PMT berlangsung dalam beberapa siklus dengan pergantian menu setiap 14 hari. Siklus pertama hingga keempat menyasar 40 balita dan 20 ibu hamil.
Pada siklus kelima dan keenam, sasaran balita berganti menjadi 20 penerima manfaat baru, sedangkan jumlah ibu hamil tetap 20 orang. Siklus ketujuh kembali menyasar 20 balita baru. Mulai siklus kedelapan dan tahap lanjutan, program difokuskan pada ibu hamil hingga mereka melahirkan.
Selain menyiapkan dan menyalurkan makanan, kader DASHAT turut membantu Puskesmas Depok II memantau serta memvalidasi data balita penerima manfaat.
Pembagian tugas berdasarkan empat daerah binaan membantu penyaluran makanan berjalan terkoordinasi sesuai jadwal program.
Dukung Perbaikan Gizi Ibu dan Anak
Tatik mengapresiasi seluruh kader yang telah menjalankan tugas selama program berlangsung serta Puskesmas Depok II yang memberikan kepercayaan dan pendampingan.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut melalui kegiatan lain yang mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil dan balita.
Program PMT lokal menjadi salah satu upaya mendukung perbaikan gizi dan pencegahan risiko stunting. Makanan tambahan tidak menggantikan makanan utama sehari-hari, tetapi melengkapi asupan sesuai kebutuhan sasaran.
Berakhirnya program pada 14 Oktober 2026 menandai selesainya rangkaian penugasan tim selama empat bulan. Dari dapur sederhana di Sanggrahan, para kader DASHAT Condongcatur telah mengambil bagian dalam upaya pemenuhan gizi ibu dan anak melalui pengolahan pangan lokal, distribusi makanan, serta dukungan pemantauan penerima manfaat. (atm)